Terobos Pintu Kereta Api Bisa Dipenjara - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Terobos Pintu Kereta Api Bisa Dipenjara

Terobos Pintu Kereta Api Bisa Dipenjara

Written By Admin Raka on Kamis, 01 Maret 2018 | 18.15.00

KARAWANG BARAT, RAKA - Kesadaran sebagian masyarakat untuk tertib lalulintas masih minim. Masih ada saja yang menerobos perlintasan kereta yang terang-terang dilarang karena membahayakan dirinya.
Hal itu bisa dilihat di perlintasan kereta api Adiarsa di jalan utama Johar, Karawang tepatnya di Wilayah Kampung Wirasaba, Kecamatan Karawang Barat. Walau sirine peringatan sudah berbunyi dan palang pintu sudah tertutup, namun masih saja ada yang nekat menerobos melalui bagian pintu yang tidak tertutup. "Saya sudah sering mengingatkan, bahwa hal itu bisa membahayakan jiwanya, tapi masih saja ada pengguna jalan yang membandel," ucap Timan (33) warga sekitar yang membantu pengaturan lalulintas palang pintu kereta api Adiarsa, Rabu (28/2).
Diakuinya, kendati jalan sudah dibagi dua menggunakan batas dengan tali, namun hal itu belum mampu menghalangi warga untuk tidak menerobosnya. Hal senada diutarakan Wisnu (41) Penjaga pintu kereta api Adiarsa kepada Radar Karawang. Dia menuturkan, minimnya kesadaran pengendara membuat dirinya dan orang lain  bisa celaka. Meski sangat membahayakan, tapi kesadaran para pengguna jalan masih minim. Buktinya, Palang pintu kereta api masih kerap diterobos meski palang pintu sudah ditutup dan sirine juga dibunyikan oleh petugas Pihak Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
Wisnu, mengingatkan siapapun yang menerobos palang pintu kereta api ketika palang pintu tertutup dan sinyal berbunyi dapat dikenakan sanksi denda Rp 750 ribu. Namun, apabila pengendara merusak atau membuka palang pintu kereta api tanpa hak membuka perlintasan kereta api dan pada kereta api akan atau sedang berjalan di pidana selama enam bulan atau setinggi-tingginya Rp 6 juta dan wajib membayar ganti rugi kepada pihak penyelenggara.
Hal itu, kata Wisnu sesuai undang-undang Republik Indonesia tahun 1992 pasal 38 tentang perkereta apian. "Sejumlah pengendara tidak menghiraukan hal itu meski tidak tahu undang-undang, yah minimal sadar akan keselamatan baik diri sendiri saja, hanya karena tidak sabar, malah nyawa bisa melayang," katanya.
Salah seorang pengguna jalan yang menerobos pintu perlintasan kereta api dan enggan sebutkan namanya, mengaku tergesa-gesa karena mengejar waktu kerja. Dirinya  khawatir terlambat sampai kantor. Ketika ditanya tidak takut kalau tertabrak kereta api malah dijawab dia nekat menerobos karena posisi kereta api masih jauh. "Saya gak bakalan nekat menyeberang kalau kereta apinya sudah kelihatan," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template