Terobos Pintu KA Bisa Dipenjara, Aksi Nekat Pengendara Motor di Perlintasan KA Tuparev - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Terobos Pintu KA Bisa Dipenjara, Aksi Nekat Pengendara Motor di Perlintasan KA Tuparev

Terobos Pintu KA Bisa Dipenjara, Aksi Nekat Pengendara Motor di Perlintasan KA Tuparev

Written By Admin Raka on Sabtu, 24 Maret 2018 | 17.00.00

KARAWANG, RAKA - Bagi pengendara-pengendara motor nekat di perlintasan kereta api Tuparev peringatan petugas penjaga perlintasan kereta api sudah tidak mempan. Buat mereka lebih baik antre di depan ketimbang dibelakang meski harus menutup jalur kendaraan lain dan berbahaya karena tidak ada palang pintu.
"Kita selalu peringatkan mereka tetapi kadang mereka lebih galak dan malah suka balik menghardik. Padahal mereka berjajar di jalur kendaraan lain dan tidak ada palang pintunya, sehingga rawan tersambar kereta api," ucap Penjaga pintu perlintasan kereta api 154 Karawang, Nuryadi (35), Jumat (23/3). Saking seringnya mengingatkan sampai-sampai dia merasa bosan untuk mengatakannya.
Meski demikian, untuk menjaga pengendara-pengendara motor nekat menyeberang meski palang pintu sudah tertutup dan sirine tanda kereta akan melintas sudah berbunyi, ia sengaja berdiri dihadapan para pengendara. "Sering sekali meski sirine sudah berbunyi ada saja yang nekat menerobos. Saya takutnya mereka celaka saja, makanya saya menghalangi mereka dengan berdiri di dihadapan mereka, menunggu kereta melintas," tandasnya.
Sementara Lurah Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Ade Sukardi, disinggung masih minimnya kesadaran warga untuk mematuhi rambu-rambu kereta api tidak menampik hal itu. Terutama saat akan menyeberangi jalur perlintasan kereta api Tuvarep. "Iya, disitu yang saya tahu akibat minimnya kesadaran berlalulintas menjadikan banyak yang terserempet kereta api.  Saya akan bahas hal ini diminggon nanti," ujar lurah baru Nagasari itu.
Dikatakan Ade, banyaknya kecelakaan yang akhirnya mengakibatkan kematian akibat cerobohnya pengguna kendaraan menyerobot perlintasan kereta api, diperlukan kerjasama semua elemen, baik pemerintah, masyarakat dan aparat setempat. "Saya akan kordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk mencari solusi penanganan menyadarkan warga saat berkendara," paparnya.
Lanjut Ade, dengan selalu terjadinya buka tutup pintu perlintasan kereta api, dengan banyaknya yang menyalahi aturan dari pengguna jalan seolah menjadi budaya masyarakat melakukan hal yang salah, hingga akhirnya jadi contoh tidak baik ditiru. "Masyarakat memang saat ini kebanyakan pengen cepat, namun hal itupun perlu pengawasan agar tidak melakukan hal yang dapat merugikan diri sendiri dan oranglain," ujarnya.
Terkait itu, Kepala Dinas Perhubungan Arief Bijaksana Maryugo menyampaikan, aturan melewati perlintasan kereta api terdapat dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, pasal 114 dan sanksinya termaktub dalam Pasal 296.
Pasal 114 sendiri disebutkan pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu kereta api sudah mulai ditutup.
Mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel. "
Pasal 296
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750.000," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template