Ternyata Balita Calista Dianiaya Ibu Kandung - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ternyata Balita Calista Dianiaya Ibu Kandung

Ternyata Balita Calista Dianiaya Ibu Kandung

Written By Mang Raka on Jumat, 23 Maret 2018 | 15.24.00

KARAWANG, RAKA - Polres Karawang akhirnya menetapkan Sinta Novianti (27), sebagai terangka kasus kekerasan terhadap bayinya, Calista Milena, yang saat ini masih terbaring koma di RSUD Karawang.
Penetapan tersangka penganiayaan balita yang berusia satu tahun tiga bulan, itu diungkapkan Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, Kamis (22/3) sore, di kantor Polsek Karawang Kota. "Sore ini kita tetapkan inisial S (27) yang merupakan ibu kandung bayi Calista, sebagai tersangka penganiayaan," tegasnya.
Kata Hendy, penyelidikan dugaan penganiayaan terhadap bayi Calista telah dimulai sejak Selasa (19/3) lalu. Dikatakannya, sore kemarin Polsek Karawang Kota dan Unit PPA Polres Karawang telah melakukan gelar perkara penetapan status tersangka terhadap pelaku penganiayaan terhadap bayi malang tersebut.
"Penetapan tersangka ini diperoleh dari alat bukti visum. Dimana dari visum diperoleh kesimpulan bahwa telah terjadi kekerasan fisik secara berkelanjutan terhadap bayi Calista dan hasil kordinasi dengan pihak dokter forensik," ujar kapolres.
Hendy mengatakan, infeksi di bagian mata yang dialamai bayi bukanlah infeksi biasa, namun akibat benturan di bagian kepala yang kemudian mengakibatkan pendarahan kedua bola mata yang digaruk bayi. Dari alat bukti dan keterangan saksi diperoleh kejelasan, tersangka telah melakukan penganiayaan berupa cubitan dan pukulan, bahkan membenturkan kepala bayi tersebut ke tembok dan jatuh mengenai rak piring. "Ini yang mengakibatkan koma dari bayi tersebut," ujarnya.
Kapolres juga menambahkan, dalam keterangannya, tersangka mengakui perbuatannya sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang lain. "Kita jerat pasal 480 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara karena ada luka berat, sehingga kita jerat dengan pasal 480 ayat 2 dengan ancaman 5 tahun penjara maksimal," ujarnya.
Ditambahkannya pula, motif yang dilakukan tersangka akibat tekanan ekonomi, sehingga pelaku melampiaskan kekesalan kepada bayinya. "Kejadiannya 2 bulan terahir. Menurut dari keterangan pelaku sendiri yang menyebutkan bahwa pacar pelaku juga melakukan kekerasan, tetapi sampai saat ini kita belum menemukan alat bukti lain ataupun petunjuk pendukung keterangan itu. Sehingga kita tidak tetapkan tersangka," tandasnya.
Masih dikatakan Hendy, pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan, karena sampai saat ini dokter belum melakukan pemeriksaan secara intensif karena bayi masih dalam kondisi koma. "Kekasihnya masih ada di Karawang. Kita masih lakukan pemeriksaan. Yang bersangkutan cukup koperatif. Apabila kita temukan alat bukti lain yang bersangkutan berperan dalam penganiayaan, kita tetapkan tersangka."
Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Bimasena mengatakan, pihaknya mengapresiasi jajaran Polres Karawang yang bergerak cepat dalam mengungkap kasus yang berawal dari laporan masyarakat ini. "Yang paling penting adalah bukan hanya sekedar tindakan hukum, tapi kedepannya kekerasan terhadap anak harus dihentikan. Dan ini tugas bersama kita. Tidak hanya peran kepolisian, tidak hanya pemerintah, tetapi harus bersama masyarkat untuk menghentikan kekerasan terhadap anak," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template