Tempat Penjualan Teh Herbal Digembok Polisi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tempat Penjualan Teh Herbal Digembok Polisi

Tempat Penjualan Teh Herbal Digembok Polisi

Written By Admin Raka on Jumat, 02 Maret 2018 | 12.30.00

KOTABARU,RAKA  - Diduga tidak mengantongi izin usaha, CV Alibaba Herbalindo di Jalan Raya Jenderal Sudirman, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, yang menjual teh herbal ditutup paksa Polsek Kotabaru, Kamis (1/3) kemarin.
Saat Radar Karawang mendatangi lokasi kejadian, kondisinya sudah dalam keadaan tergembok. Sejumlah warga yang berada disamping usaha tersebut, menginformasikan jika CV Alibaba Herbalindo sudah satu bulan membuka usahanya. 
Sedangkan seorang member CV Alibaba Herbalindo, Winda Mandasary mengaku kaget jika tempat dia bekerja paruh waktu ternyata bermasalah. "Pas saya cek langsung sekalian mau nganterin hasil pekerjaan, ternyata sudah tergembok," ungkap Winda kepada Radar Karawang di lokasi kejadian.
Winda, warga kampung Cikalong, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisari, mahasiswi semester 6 UBP Karawang melanjutkan, agar bisa menjadi member di perusahaan tersebut, setiap orang yang mendaftar dipungut biaya sebesar Rp 275 ribu. "Jadi untuk formulirnya bayar Rp 10 ribu, sedangkan biaya daftar member anggota biar bisa kerja disini sebesar Rp 275 ribu. Nah kalau kita sudah masuk member, kita bisa mendapatkan pekerjaan, dengan upah 70 ribu per 100 pcs," terangnya.
Menurutnya anggota member baru hanya diberikan jatah 1 boks kemasan yang berisi 100 pcs bungkus kemasan teh, dengan upah sebesar Rp 70 ribu. Maka dengan gaji yang cukup menggiurkan tersebut, dia pun tertarik bergabung. "Saya baru dua hari gabung, emang pas datang kesini daftar member itu banyak sekali yang daftar. Soalnya lumayan pekerjaannya gampang dan gajinya lumayan besar juga," ujarnya.
Ironisnya, saat mengantarkan hasil pekerjaannya, kondisi tempat dia bekerja sudah tergembok. "Saya dikasih tahu teman sekampus kalau CV yang saya tempati kerja sampingan, ternyata ramai di medsos. Duh kalau bener ini ilegal, terus uang saya gimana, mana saya udah bayar. Pokoknya saya pengen uang kembali," ucapnya.
Kapolsek Kotabaru Ipda Asep Nugraha membenarkan jika CV Alibaba Herbalindo yang berada di perlintasan Jalan Raya Jenderal Sudirman, ditutup karena diduga ilegal. "Betul kita tutup karena belum ada izin SITU dan SIUP. Terus status penjualannya tidak jelas," tegasnya.
Ia melanjutkan, kasus itu diketahui berawal dari laporan warga terhadap keberadaannya yang dinilai janggal. "Untuk saat ini pemeriksaan masih dilakukan terhadap sejumlah karyawannya, karena untuk pemiliknya bernama Hendy masih di Tangerang. Sedangkan lokasi usahanya kami tutup karena tidak ada izin," jelasnya.
Sementara itu, saat Radar Karawang berupaya menemui karyawan CV Alibaba Herbalindo sudah tidak berada di Polsek Kotabaru. Sedangkan pemilik CV tersebut masih belum dapat ditemui hingga berita ini ditulis. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template