Tanggul Sungai Cilamaya Amblas Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanggul Sungai Cilamaya Amblas Lagi

Tanggul Sungai Cilamaya Amblas Lagi

Written By Admin Raka on Rabu, 14 Maret 2018 | 12.15.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Air kiriman dari pintu air Barugbug, Kecamatan Jatisari, membuat tanggul Sungai Cilamaya kembali amblas, Selasa (13/3) pagi. Selain menggerus tanggul yang berdampak banjir ke pemukiman Desa Tegalwaru dan Mekarmaya, tanah amblas juga mengintai infrastruktur jalan serta rumah warga di Dusun Eretan Selatan RT 06/01 Desa Cilamaya.
Hasyim Mulyana, korban rumah amblas di Eretan Selatan, Desa Cilamaya, mengatakan, tahan pijakan rumahnya amblas karena terus menerus terkena air. "Ya emang sudah semakin dekat saja air ke tangggulnya. Kalau lama basah kan tanah juga rembes. Akibatnya rumah saya juga ikut terseret tanahnya. Sementara dibenahi, ya saya bertiga mungkin ngungsi dulu," kata Hasyim kepada Radar Karawang.
Kaur Trantib Desa Cilamaya Wahyu mengatakan, sebelum bencana terjadi, sebetulnya pihak desa bersama Babinsa TNI akan gotong royong membuat penahan bambu di RT 06/03 untuk mencegah longsor. Terlebih ada normalisasi di Dusun Caab Hegarmanah, Desa Mekarmaya, sehingga wilayah hilir harus siap dengan limpasan air dengan debit yang cukup deras. "Belum gorol dilakukan, tanah tanggul sudah amblas hingga menyeret rumah Mulyana yang dihuni tiga orang," ungkapnya.
Ia melanjutkan, rumah dengan bangunan bata pasir itu berdiri di atas lahan pengairan dan sebagian tanah hak adat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Atas kejadian amblasnya rumah akibat tanggul menipis di sungai Cilamaya ini, dia berharap bukti bantuan konkrit dari pemerintah. Karena pemerintah desa sudah mengevakuasi perabotan dapur milik korban, dan membuatkan penyangga dapur yang berlubang dan hampir ambruk. "Untuk menormalkan tanggul dengan rumah Mulyana ini dibutuhkan sekitar 500 buah karung dan 100 batang kayu dolken," ujarnya.
Bahkan, sebut Wahyu, coran hasil pembangunan dari dana desa juga bisa amblas karena hanya berjarak 3 meter saja. Sehingga ancaman longsor berpeluang memutus akses jalan coran tersebut. "Yang terancam di RT 06/03 jalanan desa sudah disentuh debit air, belum kelar disini sudah ada rumah warga juga terdampak luapan airnya," katanya.
Camat Cilamaya Wetan H Hamdani mengatakan, usai minggon Muspika Kecamatan bersama desa dan Babinsa melakukan gorol di lokasi longsor. Ia berharap, BBWS dan PJT II turun tangan membantu menangani ancaman longsor lebih luas di Cilamaya. Sebab, kondisinya semakin kritis, apalagi debit air juga cukup tinggi sebulan terakhir. Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran kali Cilamaya agar bisa siaga terhadap ancaman longsor. "Kita khawatir meluas yang amblas, jadi kita minta penanganan cepat," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template