Tanggul Cinangka Jebol - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanggul Cinangka Jebol

Tanggul Cinangka Jebol

Written By Admin Raka on Kamis, 22 Maret 2018 | 11.00.00

PURWAKARTA,RAKA- Tanggul penahan air sungai Cinangka, dan sungai Cikao di Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, terancam jebol. Pasalnya, tanggul yang berfungsi menahan luapan sungai tersebut mulai mengalami kerusakan cukup parah lantaran pemeliharaan yang tak jelas.
Bagi warga setempat, kerusakan seperti itu menjadi pertanda bencana banjir akan kembali menerjang sebagaimana dialami pada tahun 2010. Ketika itu, sebanyak 423 rumah terendam dan ratusan warganya harus hidup di daerah pengungsian. Peristiwa itu terjadi setelah tiga sungai yang mengapit perkampungan, yakni sungai Cinangka, sungai Cikao, dan sungai Citarum meluap secara bersamaan.
Menurut tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Desa Cikaobandung Saeful Hidayat, banjir menjadi langganan di wilayahnya. Setiap turun hujan, ketiga sungai itu pasti meluap. "Banjir tahunan itu langsung berakhir setelah dibangun tanggul penahan air sepanjang 6 kilometer. Kalau tidak salah sumber anggarannya berasal dari APBN sekitar Rp 150 miliar. Pengerjaan proyeknya ketika itu dilakukan pihak ketiga. Proyek pembangunannya dimulai pada 2011 dan rampung pada 2013," ungkap Saeful.
Sejak selesainya pembangunan tanggul itu, lanjut dia, bencana alam tahunan itu berakhir. Namun sayangnya, sampai saat ini tak jelas instansi mana yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan. Setiap kerusakan yang terjadi tanpa pernah diperbaiki yang akibatnya hingga saat ini semakin parah. Dengan kerusakan yang terjadi, tanggul sewaktu-waktu bisa jebol dan Desa Cikaobandung akan kembali menjadi daerah langganan banjir.
Pemerintah desa dan warga langsung bergerak mengatasi permasalahan yang bisa mengancam warga Desa Cikaobandung tersebut. Sebab, jika saja tetap dibiarkan, kedua sungai itu akan meluap dan menggenangi permukiman sebagaimana terjadi pada 2010. Selain itu, perbaikan itu sengaja dilakukan setelah bertahun-tahun terbengkalai akibat belum diserahterimakannya proyek tersebut dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum kepada PJT II.
Camat Jatiluhur Asep Supriatna mengungkapkan, penanganan tanggul itu harus dilakukannya sebagai langkah preventif. Koordinasi pun dilakukan dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta. "Alhamdulillah bersama-sama dengan warga dan bantuan alat berat dari Dinas Bina Marga dan Pengairan dapat mengatasi sementara. Bersama warga bahu-membahu menumpuk karung berisi pasir di sekitar tanggul yang ambrol," kata Supriatna. Rabu (21/3).
Menurut dia, penanganan itu sifatnya hanya sementara, namun cukup efektif mencegah aliran air yang sewaktu-waktu bisa saja meluap. Dia tak menginginkan peristiwa pahit delapan tahun lalu terulang kembali. Sebab waktu itu,  warganya harus hidup di pengungsian selama berhari-hari karena rumahnya tergenang air hingga 50 sentimeter. (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template