Sosialisasi BPNT Belum Sampai Kades - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sosialisasi BPNT Belum Sampai Kades

Sosialisasi BPNT Belum Sampai Kades

Written By Admin Raka on Rabu, 14 Maret 2018 | 16.30.00

KLARI, RAKA - Meski sudah mulai ramai diberitakan oleh media soal rencana pergantian program beras sejahtera (rastra) menjadi program Bantuan pangan Non Tunai (BPNT). Namun pemerintahan desa belum menerima kabar terkait rencana perubahan progam tersebut.
"Saya belum terima info soal pergantian program itu (rastra jadi BPNT). Belum ada sosialisasi," kata Kepala Desa Purwasari  Asep Saepulloh kepada Radar Karawang, Selasa (13/3).
Menurutnya, jangankan pergantian program, program rastra saja di tahun 2018 ini cukup membuat pusing para kepala desa. Pasalnya adanya perubahan kuota rastra secara sigifikan membuat masyarakat yang tahun sebelumnya masuk dalam keluarga penerima manfaat (KPM) bertanya-tanya kenapa tahun ini tidak mendapat bagian. "Meskipun sekarang itu gratis. Tapi tetap saja Kades yang disalahkan," ujarnya.
Dia mencontohkan, ada satu kampung yang tadinya mendapatkan kuota 16 KPM di tahun ini menjadi 4 KPM. Mesi urusan data KPM bukan ditetapkan oleh desa melainkan oleh BPS. Namun, tetap saja desa yang menjadi sasaran. "Makanya sampai sekarang masih menunggu solusi yang terbaiknya," ujarnya.
Sementara Kabag Ekonomi Setda Karawang Herry Heriadi menyampaikan, program pengganti rastra saat ini sudah masuk pembahasan, bahkan sudah dilakukan beberapa kali rapat. Termasuk melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Bank, Dinas Sosial (Dinsos) dan Kabag Ekonomi termasuk Bulog. "Sudah dibahas, tinggal teknisnya. Itu yang belum selesai," kata Herry.
Menurutnya, Kabag Ekonomi Setda Karawang hanya akan mengantarkan sampai terealisasinya program tersebut. Karena ke depan, yang akan menggarapnya adalah Dinas Sosial. "Di atasnya juga dari Kemensos, jadi sekarang masa transisi. Bulan Juni harus sudah diluncurkan (BPNT)," ujarnya.
Menurutnya, nanti setiap KPM akan mendapatkan kartu khusus untuk bisa mencairkan program tersebut dengan nilai anggaran per KPM Rp110 ribu perbulan.  Sementara untuk proses pencairannya dilakukan di agen yang ditunjuk oleh bank yang menjalankan program tersebut. "Ada wacana juga nanti agennya BUMDes (Badan Usaha Milik desa). Yang kirim barangnya bulog atau pihak lain," bebernya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk jenis barang yang bisa dicairkan atau diterima oleh KPM BPNT sendiri ada dua jenis barang yaitu beras dan telor. Sedangkan kalau untuk telor saat ini masih dalam pertimbangan akan tetap diadakan atau dihapuskan. "Karena telorkan mudah rusak. Khawatir jadi permasalahan. Tapi semuanya masih belum selesai, masih dibahas," ujarnya.
Menurutnya, program pengganti rastra tersebut sebenarnya sangat baik. Karena yang menerimanya nanti akan langsung pada penerima manfaat. Berbeda dengan rastra yang proses pendistribusiannya melalui Kecamatan, terus Desa baru ke penerima manfaat. "Minimal nggak ada lagi sitilah menunggak. Karena itu yang menjadi hambatan dari program rastra. Beruntung untuk tahun 2017 lalu semua desa sudah lunas," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template