Soal Rastra Kades Tidak Kompak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Soal Rastra Kades Tidak Kompak

Soal Rastra Kades Tidak Kompak

Written By Admin Raka on Jumat, 02 Maret 2018 | 14.15.00

TELAGASARI, RAKA - Ternyata, tidak semua pemerintah desa sepakat menolak beras sejahtera (rastra) gratis yang dikucurkan pemerintah. Buktinya, Pemerintah Desa Talagasari, Kecamatan Telagasari, Kamis (1/2), dia dengan tegas malah mengingatkan kepala desa yang menolak supaya tidak membelenggu hak kaum miskin. 
"Amisna daek, paitna Embung (Manisnya mau, pahitnya gak mau), harus berani ambil resiko dong," tandas Sekretaris Desa Talagasari Ono Rustono. Menurutnya, tidak baik membelenggu hak kaum miskin, apalagi Rastra sangat dibutuhkan oleh golongan masyarakat tersebut.
Ono, mencontohkan dirinya sama dengan teman-temannya yang menolak rastra, yakni sama-sama abdi negara yang memiliki tanggungjawab atas hak masyarakatnya. Karena itu, apapun yang terjadi distribusi rastra tetapi harus dilaksanakan. Kalau tidak sanggup sebut Ono, tinggalkan jabatan saja. "Kalau tidak sanggup menanggung resiko, tinggalkan saja jabatannya," sindirnya.
Di Desa Talagasari sendiri ada sekitar 227 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing mendapat jatah 10 kg rastra dan diantar langsung ke Rukun Tetangga masing-masing. "Tidak ada warga yang komplen atau protes menerima 10 kg rastra. Sedang ongkos jalannya, pemerintah desa sama sekali tidak memaksakan kepada masyarakat, jika ada yang memberi dalam batas wajar kepada RT diterima saja demikian pun kalau tidak memberi juga tidak menjadi soal. Kan, aturannya memang gratis," tegas Ono. 
Meski, sambung Ono, sebetulnya saat bongkar rastra saja pemerintah desa sudah tekor karena ada ongkos bongkarnya tetapi masih bisa ditalangi dengan anggaran desa. Sementara, rastra itu sendiri akan diperpanjang khususnya wilayah 1 Karawang hingga bulan ke empat mendatang. Meski demikian, Ono mengaku siap menanggung resiko, selama beras yang didistrubusikan pihak Bulog itu kualitasnya baik dan layak bagi masyarakat. "Baik dan layak berasnya, kita siap selalu menditribusikannya kedepan," pungkasnya.
Sementara itu Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Tempuran Leo Fitriana mengatakan, bansos rastra wilayah 1 diperpanjang sampai Maret, kebetulan Karawang ini merupakan wilayah 1, berarti pemerintah desa bisa pengajuan ulang sambil merapatkan persiapan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) setelah progran Rastra ini berakhir.  Pengelola rastra akan dihadirkan Jumat ini, salah satunya membahas persiapan pengelolaan BPNT. Sebab ada tahapan-tahapan yang dilalui desa, seperti musdes penetapan jumlah penerima. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template