Siswa SMPN 3 Tirtajaya Panen Kangkung - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Siswa SMPN 3 Tirtajaya Panen Kangkung

Siswa SMPN 3 Tirtajaya Panen Kangkung

Written By Admin Raka on Minggu, 25 Maret 2018 | 14.00.00

TIRTAJAYA, RAKA- Belum selesai kreasi yang di bangun oleh siswa Sekolah Menengah Pertama Negri (SPMN) 3 Tirtajaya, terdapat 6 divisi yang menjadikan siswa terus tak berhenti berkreasi. Saat ini, Jumat (23/3) siswa sedang melakukan panen kangkung yang berada di halaman sekolah hasil praktek tanamanya. Pasalnya, dalam seminggu sengaja disediakan waktu 2 jam untuk siswa berkreasi.
Menurut Kepala SMPN 3 Tirtajaya, H Dedi Kurnia, 6 divisi di bawah komunitas Balad Bumi yang salah satunya terfokus kepada pertanian. Siswa benar-benar diajarkan cara bercocok tanam tanam dengan beberapa media dan beberapa jenis tanaman. Setelah sebelumnya siswa di ajarkan cara bertanam media aquaphonik, selanjutnya siswa akan terus diberikan bekal pengajaran yang lainnya. "Kanghkng ini hasil menanam mereka, dan di tuai sendiri oleh mereka," ujarnya, kepada Radar Karawang.
Selebihnya, lanjut Dedi, siswa tidak akan berhenti diberikan inovasi dan kreasi yang menarik dan bermanfaat bagi lingkungan sekolah maupun keluarganya. Karena setelah lulus sekolah, mereka akan benar-benar merasakan kehidupan yang sebenarnya. Maka dari itu, sebelum terjun langsung ke masyarakat, saat ini pihak sekolah terus menjejali pelajaran dan kreativitas yang nantinya akan menjadi bekal siswa.
Pembantu kepala sekolah, Ahmad Sidik, menambahkan, hingga saat ini dirinya tidak pernah berhenti membuat kreasi. Mulai dengan cara berselancar di dunia maya, maupaun di lingkungan atau tempat yang pernah ia kunjungi. Bahkan dalam setiap perjalanan kemana pun yang ia lakukan, dirinya selalu mengambil contoh terbaik untuk diterapkan di lingkungan sekolahnya.
Di tambahkannya, tidak sedikit pula apa yang bisa diterapkan di sekolah tersebut didapatkannya dari lingkungan sekitar. Seperti halnya 1 unit perahu yang terpampang di depan sekolah. Dan beberapa bangunan lainnya di lingkkungan sekolah, seperti kolam ikan, penyimpanan padi (Leuit). Menurutnya, hal tersebut bukan berarti tanpa arti, justru memiliki pesan moral untuk siswa. "Kenapa perahu, jangan lupakan kalau wilayah kita dan mata pencaharian orangtua siswa adalah nelayan. Dan kenapa penyimpanan padi, selain nelayan, kita juga hidup diantara luasnya sawah," tutup Ahmad. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template