Setir Mobil Sambil Dengar Musik Bisa Dipenjara - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Setir Mobil Sambil Dengar Musik Bisa Dipenjara

Setir Mobil Sambil Dengar Musik Bisa Dipenjara

Written By Admin Raka on Senin, 05 Maret 2018 | 17.15.00

KARAWANG, RAKA - Polisi kembali mengingatkan peraturan lalulintas yang banyak dilanggar baik oleh pengendara motor maupun mobil. Dari sejumlah peraturan tersebut lima diantaranya disebutkan sebagai aturan baru yang wajib diketahui masyarakat.
"Ada lima aturan yang baru dalam berkendaraan yang wajib diketahui masyarakat. Dari kelima aturan itu dua diantaranya mendengarkan musik ketika berkendaraan dan merokok paling sering dilakukan pengendara kendaraan bermotor," ucap Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Arman Sahti kepada Radar Karawang, Minggu (4/3) by phone.
Ditakan Kasat, pengendara kendaraan tidak boleh mendengarkan musik dan merokok karena bisa mengganggu konsentrasi pengendaan saat mengendarai kendaraannya. Jika hal itu dilakukan bisa membahayakan keselamatan pengendaranya. "Mengendarai kendaraan itu kan butuh konsentrasi. Bagaimana bisa konsentrasi kalau mengendarainya sambil mendengarkan musik atau merokok," tandas Arman.
Bahkan, Kasat menegaskan hukuman terhadap pelaku pelanggaran tersebut bisa di penjara tiga bulan dan dikenakan denda yang tidak sedikit. "Jika pengguna jalan melanggar aturan tersebut saat mengendarai kendaraannya, maka hukumannya bisa di penjara maksimal tiga bulan ditambah denda sebesar Rp 750 ribu," tegas Kasat.
Selain mendengar musik dan merokok, tiga pelanggaran lagi yang wajib diketahui masyarakat adalah tidak boleh belok kiri langsung. Untuk jenis pelanggaran inipun ada dendanya meski tidak lebih besar ketimbang merokok dan mendengar musik saat berkendaraan. Arman menyebutkan angka Rp 250 ribu hingga Rp 500 bagi pelaku pelanggaran peraturan ini. "Apabila di perempatan atau pertigaan yang ada APIL dilarang berbelok kiri langsung kecuali dinyatakan oleh rambu-rambu lalulintas
," ujarnya.
Lanjut Arman, peraturan lainnya yang juga perlu diketahui adalah pengguna jalan tidak boleh pindah jalur tanpa memberi tanda.
 Jika melanggar pengendara diancaman hukuman kurungan penjara selama satu bulan atau denda senilai Rp 250 ribu. "Apabila akan berpindah jalur maka wajib memberikan tanda isyarat dengan memperhatikan keadaan disekitar," ujarnya. Bahkan untuk pelanggaran itupun, tegas Kasat, ancaman hukumnannya juga bukan sekedar denda uang tetapi juga bisa di penjara. 
Selain itu, diterangkan  Arman, pengendara juga dilarang berhenti di Zebra Cross saat lampu merah.
 Jika hal itu dilakukan maka ancaman hukuman bagi pelanggar kurungan penjara maksimal dua bulan dan denda sekitar Rp 500 ribu. Selain larangan untuk menjalankan kendaraan di trotoar jalan
 karena Zebra cross dan trotoar buat pejalan kaki bukan untuk pengendara motor," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template