Sanca Kembang 2,5 Meter Muncul di Palumbonsari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sanca Kembang 2,5 Meter Muncul di Palumbonsari

Sanca Kembang 2,5 Meter Muncul di Palumbonsari

Written By Admin Raka on Senin, 26 Maret 2018 | 15.15.00

KARAWANG TIMUR, RAKA - Musim hujan ini, warga diminta berhati-hati. Selain bencana banjir sering ada ular muncul ke permukaan. Seperti terjadi di Kelurahan Palumbonsari, akhir pekan (25/3) kemarin. Warga digegerkan terhadap kemunculan ular sanca kembang sepanjang 2,5 meter. Ular sempat menghadang warga yang hendak menuju Rumah Sakit Lyra Medika.
Informasi yang dihimpun Radar Karawang, awal penemuan ular tersebut kali pertama diketahui setelah menghadang salah seorang warga di wilayah tersebut yang akan pulang ke rumahnya, sekitar pukul 01.00 WIB. Warga yang mengendari motor itu terpaksa berhenti karena ada ular melintang di tengah jalan. “Saya pulang kerja mau ke rumah, tidak jauh dari gang saya lihat ular besar banget. Karena takut, saya teriak minta tolong,” ujar warga tersebut.
Tidak lama setelah warga itu terteriak sekitar lokasi langsung menjadi ramai. Namun tidak ada yang berani mengamankan sanca kembang karena takut dipatuk setelah datang satpam rumah sakit dan pemuda setempat. Bersama warga lainnya keduanya berusaha menangkap sanca tersebut. Diluar dugaan ternyata sanca kembang itu melawan, bahkan berhasil mematuk seorang warga yang berusaha menangkapnya. Perlawanan ular itu berakhir begitu warga berhasil memegang bagian kepalanya.
Sementara diungkapkan Manyin (32) warga setempat, dia memperkirakan ular sanca kembang yang berhasil diaamankan merupakan ular liar yang keluar setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Apalagi dengan keadaan kulitnya yang mempunyai efek cahaya, di perkirakan belum lama berganti kulit. “Makanya saat ditangkap itu ia melawan, karena biasanya ular yang baru berganti kulit lebih sensitif,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Buldani (28) meyakini keberadaan ular tersebut diduga sedang mencari mangsa. Hal tersebut kemungkinan bisa terjadi dimana saja, meskipun wilayah tersebut di nilai jauh dari hutan, atau bisa dikatakan area perkotaan. Namun, bukan hal yang tidak mungkin hewan melata seperti ini masih ada di lingkungan masyarakat. Maka itu, masyarakat agar bisa menjaga dan lebih berhati-hati. “Kalau di bilang aneh ya aneh, gak tahu dari mana datangnya ular itu. Tapi kita mesti berhati-hati, selain banjir, musim hujan ini masih ada bahaya yang mengancam,” (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template