RSUD Sempat Kewalahan Mengobati Pasien Difteri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » RSUD Sempat Kewalahan Mengobati Pasien Difteri

RSUD Sempat Kewalahan Mengobati Pasien Difteri

Written By Admin Raka on Jumat, 02 Maret 2018 | 16.00.00

KARAWANG, RAKA - Rumah Sakit Umum Daerah Karawang sempat kewalahan menerima pasien difteri yang berdatangan dari wilayah Loji, Kecamatan Pangkalan, pada 2017 lalu. Saat itu sehari rumah sakit itu bisa menerima dua hingga tiga pasien pengidap penyakit tersebut. 
Hal itu disampaikan Hukmas dan Promkes RSUD Karawang H. Ruhimin SH, kepada Radar Karawang, Kamis (1/3). Dikatakan Ruhimin, jika kondisi pada awal Januari sampai bulan Juni 2017 lalu, pihaknya tidak menampik dengan banyaknya masyarakat yang berdatangan untuk diperiksa akibat terkena penyakit difteri. "Tahun lalu 2017 dari Januri sampai Juni setiap hari ada saja pasien terkena difteri dibawah ke RSUD. Makanya kita buatkan ruanga khusus isolasi disini," katanya.
Kata Ruhimin, ruang isolasi tersebut berada di bagian Ruangan Klari dimana saat ini sudah difungsikan khusus untuk penyakit difteri di lantai 2 RSUD Karawang. Isolasi itu ditujukan untuk menghindari terjadinya penularan penyakit terhadap pasien yang lain, maupun pengunjung yang datang ke RSUD Karawang. "Sesuai kebijakan pelayanan RSUD Karawang ruang isolasi difteri saat ini adanya di ruangan klari lantai 2 diatas," ujarnya.
Lanjut Ruhimin, jika dirinya mengaku kalau ruangan tersebutpun tidak bisa dimasukin sembarangan orang yang datang untuk menjenguk tanpa ada pengawalan dari petugas rumah sakit, sekalipun keluarga pasien yang menjenguk. "Saat ini sudah mulai jarang ada, untuk penyakit difteri. Bukan hanya pengunjung saja yang harus berhati-hati masuk keruangan tersebut, dokter saja sudah harus pakai masker kalau mau mengobati pasiennya," ucapnya.
Saat disinggung data yang masuk ke RSUD pihaknya mengaku belum sempat mengecek data terakhir. "Saya belum dapat laporannya, nanti saya kabarin. Yang jelas difteri itu menyebar di semua wilayah Karawang, paling banyak terjadi di wilayah Loji, Kecamatan Pangkalan," tandasnya.
Masih dikatakan Ruhimin, bagi pasien difteri yang datang ke RSUD biasanya terlebih dahulu ke ruangan IGD, setelah dinyatakan positif barulah dibawa ke ruangan klari. Dan untuk masalah pendanaan biasanya pasien membawa BPJS atu tidak membawa kartukarawang Sehat. "Memang untuk biaya sampai puluhan juta, rata-rata sudah punya jaminan kesehatan seperti BPJS atau kartu Karawang sehat," ujarya.
Jika masih ada masyarakat yang kondisi terdesak tidak memiliki biaya untuk perawatan dan tidak memiliki kartu jaminan apapun, pihak rumah sakit akan mengarahkan keluarga yang bersangkutan membuatkan surat dari Kepala Desa, Kecamatan dan Dinas sosial. Sehingga nantinya biaya yang bersangkutan ditanggung Pemerintah Daerah," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template