RSUD Kekurangan Pegawai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » RSUD Kekurangan Pegawai

RSUD Kekurangan Pegawai

Written By Admin Raka on Kamis, 08 Maret 2018 | 19.08.00

TELUKJAMBE, RAKA - Kinerja perusahaan ternyata tidak hanya dipengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia yang bekerja di perusahaan bersangkutan, tetapi jumlah pegawai pun berpengaruh besar menentukan bagus dan tidaknya hasil kerja perusahaan. Karena itu, jangan berharap mendapatkan kinerja optimal kalau perusahaan tersebut kekurangan pegawai.
Keluhan serupa ternyata bukan hanya terungkap di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), tetapi juga terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. Gara-gara jumlah pegawai yang minim pekerjaan pun jadi lamban. Terlebih jika mengacu kepada pertimbangan untuk satu petugas kesehatan harus melayani tujuh pasien setiap harinya bahkan bisa dua kalilipat jumlahnya jika rumah sakit sedang ramai.
Minimnya jumlah petugas pelayanan itu terjadi di bagian apotek RSUD. Jumlah tenaga kerja yang ada untuk menangani apotek hanya 30 orang. Dari puluhan petugas itu 10 diantaranya pegawai rumah sakit dan sisanya karyawan kontrak. Kendati begitu, mereka bekerja secara profesional, tidak asal kerja karena pekerjaannya memang menuntut kehati-hatian dan kecermatan karena harus memastikan obat sesuai penyakit yang diderita pasien. Selain itu, proses kerja merekapun di rolling setiap harinya.
Kondisi seperti ini dipaparkan Hukmas dan Promkes RSUD Ruhimin ketika disinggung masih berlangsungnya antrean pengambilan di apotek-apotek rumah sakit itu. Antrean yang panjang tersebut disebabkan antara jam kedatangan pasien dan kehadiran dokter tidak sesuai. "Pasien datang lebih dahulu, sedang dokter baru tiba di rumah sakit sekitar pukul 08.00 Wib - 09.00 Wib. Sedang resep baru bisa dibuat setelah dokter datang. Sementara disaat bersamaan pula sekitar 200 pasien rata-rata melakukan pemeriksaan ditambah 400 pasien rawat yang juga mesti diperiksa," ungkap Ruhimin, baru-baru ini.
Karena itu, antrean yang menumpuk menjadi hal yang wajar terjadi. Selain itu, juga terdapat kekurangan tenaga yang dibutuhkan untuk mengatasi banyaknya antrean di apotek. “Keadaan antrean tersebut juga hanya terjadi sekitar pukul 11.00 Wib hingga pukul 12.00 Wib. Karena pada pukul 11.00 Wib pasien baru pada keluar dari poli-poli pelayanan,” kata Ruhimin menerangkan mengapa sampai saat ini masih terjadi antrean panjang pengambilan obat di apotek lingkungan RSUD.
Sementara itu, menyinggung pelayanan pasien BPJS, sejumlah pasien mengaku puas. Di rumah sakit plat merah ini proses pendaftaran pasien pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hanya butuh waktu sebentar. Seperti diungkapkan Siti (60) warga Perum Alam Telukjambe. Siti datang pukul 08.00 WIB dan
sekitar pukul 09.30 WIB sudah bisa kembali ke rumah. “Saya sudah selesai dari tadi, tinggal nunggu jemputan saja,” ungkap Siti.
Siti mengaku tidak mengantre dari pagi hari untuk mendapatkan nomor antrean sebagaimana di rumah sakit lain. Dia cuma bilang kepada perawat mau terapi. Karena peserta BPJS lama, perawat langsung mengarahkan ke mesin pengambilan nomor, lalu tinggal duduk di depan ruangan praktik dokter. Kemudian dipanggil lewat alat pengeras suara.
Di tempat terpisah, Risa Sukma, Staf Verifikasi Center BPJS RSUD Karawang membenarkan BPJS sudah melakukan pembenahan. Salah satu bentuk pelayanan yaitu pendaftaran. Diakuinya sekitar 400 pasien setiap hari mendaftar BPJS guna pengobatan. Khusus di setiap poli, kini pendaftaran bisa berlangsung cepat. "Selama ini kami bisa tangani dengan baik, cepat dan terarah agar pelayanan bisa maksimal sehingga masyarakat mendapatkan pengobatan dengan secepatnya," pungkasnya. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template