Rendah Daya Dukung Lingkungan di Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rendah Daya Dukung Lingkungan di Karawang

Rendah Daya Dukung Lingkungan di Karawang

Written By Admin Raka on Selasa, 13 Maret 2018 | 16.30.00

KARAWANG, RAKA - Pertumbuhan penduduk yang pesat, dan bentuk-bentuk permukiman yang tidak teratur, menjadikan salah satu faktor rendahnya daya dukung lingkungan pusat-pusat kegiatan kota. Untuk menghindari proses perusakan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, tatanan kebijakan yang harus ditempuh, dengan mengembangkan penyerasian keseimbangan antara daya dukung lingkungan dengan jumlah penduduk.
Hal itu diungkapkan Pemerhati Masalah Lingkungan Tarsoen Waryono, beberapa waktu lalu, melalui artikelnya. Menurut dia, tumbuh berkembangnya pusat-pusat kegiatan kota pada umumnya diikuti dengan urbanisasi dan umumnya mereka adalah yang tidak memiliki perkerjaan. Oleh sebab itu tekanan berat bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, adalah penyediaan lapangan kerja, fasilitas pelayanan umum dan pengaturan tata ruang secara lugas dan ramah terhadap lingkungan.
"Pembinaan lingkungan di Kabupaten Karawang, harus kembali dari lingkungan pedesaan, dan menumbuhkan swadaya masyarakat untuk membina permukiman sehat, memperhatikan adat, tradisi, dan pandangan-pandangan hidup masyarakat," ucap Tarsoen. Sementara, bentuk permukiman yang berimbang antara hijauan privat dengan bangunan, pada hakekatnya mencerminkan karakteristik wilayah Kabupaten Karawang tempo dulu.
Hal itu dicirikan oleh lingkungan sosial yang membaur dengan sektor pertanian. Dengan demikian, arah kebijakan permukiman yang membaur dengan lingkungan alam, pada akhirnya diharapkan mampu mendorong laju pertumbuhan perekonomian regional yang serasi, dan mampu membina interaksi sosial yang dapat memperkaya mutu kehidupan yang lebih hakiki. Hal tersebut, lanjut Tarsoen, menjadi penting mengingat bahwa Kabupaten Karawang menyandang gelar sebagai lubung padi nasional.
sementara menyinggung pemanfaatan air tanah tinggi di Karawang walaupun Kabupaten Karawang tidak memiliki sumberdaya alam mineral seperti minyak dan batubara
akan tetapi pemanfaatan sumberdaya alam pada sektor Pertambangan tetap ada, yaitu pemanfaatan air tanah dangkal dan dalam dan beberapa lokasi penambangan pasir.
Pemanfaatan air tanah dangkal baik oleh industri maupun kebutuhan rumah tangga di wilayah Kabupaten Karawang masih tergolong tinggi. Menurut Tarsoen, hasil kajian atas dasar kebutuhan air bersih penduduk dengan memanfaatan air tanah dangkal tercatat 86,8% dan sisanya 13,2% dipenuhi oleh air PDAM. Pemanfaatan air tanah untuk industri tercatat 29,3%, pemanfaatan oleh permukiman teratur 26,7%, dan sisanya 44,0% oleh masyarakat pedesaan.
"Tingginya pemanfaatan air tanah, tampaknya perlu diimbangi dengan pembuatan sumur resapan termauk penerapan teknologi sumur resapan di lingkungan hunian," jelas Tarsoen. Sementara sumur resapan yang ideal diterapkan di wilayah Kabupaten Karawang, memiliki ukuran 1,5 x 2,0 meter, dengan ke dalaman 3-4 meter. Sedangkan di lingkungan permukiman teratur (perumahan), harus dibangun dalam bentuk tandon air (situ) seluas 1-5% dari luas kawasan terbangun. Demikian halnya pada industri-ndustri pemanfaat air tanah dangkal dan dalam tampaknya sumur resapan yang dibangun juga dalam volume yang berimbang antara yang dimanfaatkan dengan pemulihannya. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template