Ratusan Warga Duren Demo, Akses Pintu Kereta Gang Artis Tetap Ditutup - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ratusan Warga Duren Demo, Akses Pintu Kereta Gang Artis Tetap Ditutup

Ratusan Warga Duren Demo, Akses Pintu Kereta Gang Artis Tetap Ditutup

Written By Angga Praditya on Sabtu, 24 Maret 2018 | 15.00.00

KLARI, RAKA - Ratusan masyarakat akhirnya melakukan aksi demo penolakan penutupan perlintasan pintu rel kereta api di Gang Artis, Dusun Kosambi, Desa Duren, Kecamatan Klari. Meski suasana sempat memanas karena ada desakan dari warga, namun penutupan yang dilakukan oleh PT KAI tetap dilakukan, Jumat (23/03) kemarin.
Tak hanya itu, agar jalan tersebut tidak difungsikan lagi seperi biasanya di setiap sudut jalan perlintasanpun dipasang papan besi penutup jalan dan bahkan petugaspun merusak pos jaga yang biasa dimanfaatkan warga untuk menjaga perlintasan.
Salah satu pemuda gang artis, Jeje yang sempat melakukab orasi di depan petugas menyayangkan atas sikap para petugas baik dari pihak kepolisian maupun petugas PT KAI yang menutup jalan akses warga tersebut. Padahal sudah lama berjalan digunakan warga untuk beraktivitas.
Kesalnya kata Jeje, sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi maupun pemberitahuan dari pihak PT KAI terkait penutupan jalan. Maka tak heran jika seluruh masyarakat mempertanyakan penutupan serta melakukan aksi demo tersebut. "Seharusnya jika memang akan dilakukan penutupan silahkan asal kami sebagai masyarakat sebelumnya diberitahukan terlebih dahulu jangan mendadak seperti ini," ucapnya.
Bayangkan saja kata Jeje, jika penutupan tersebut dilakukan sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan serta mengurangi angka kecelakaan menurutnya tidak tepat. Justru tanpa adanya penjagaan di sepanjang jalan perlintasan kereta api oleh warga ancaman kecelakaan bisa lebih berbahaya. "Satu-satunya jalan alternatif warga yang paling dilalui, kalau ditutup pedagang, warga, masyarakat dan anak-anak mau lewat mana," ungkapnya.
Dirinya menolak dengan tegas adanya penutupan jalan tersebut atas dasar keinginan masyarakat banyak. Sebab, diketahui sendiri menurutnya jika semua akses jalan difokuskan pada satu titik saja itu akan menambah kemacetan. "Kami selaku masyarakat jelas menolak penutupan ini, kami akan terus mempertanyakan sejauhmana petugas melakukan penutupan," terangnya.
Bukan hanya itu, salah besar jika pihak PT KAI justru meminta negosiasi sebagai penggantian untuk mempekerjakan salah satu warga di PT KAI. Bagi dia, penutupan saat ini bukan pada masalah ketenaga kerjaan, melainkan nasib masyarakat yang menggunakan akses jalan. "Sempat menawarkan pekerjaan untuk satu orang bekerja di PT KAI, jelas saya tolak karena ini berbicara umat dan masyarakat," tegasnya.
Kepala Desa Duren, Abdul Halim yang saat itu hadir dalam aksi bersama warga juga sangat menyayangkan adanya penutupan akses jalan bagi warga. Selain tidak adanya surat pemberitahuan penutupan dari pihak PT KAI serta sosialisasi terkait penutupan sebelumnya. Jalan akses kereta api yang sejak zaman rovolusi sebelum kemerdekaan pun sudah berjalan. "Penutupan yang dilakukan sipatnya mendadak tidak pernah ada kajian dan pemberitahuan terlebih dahulu ke warga," ungkapnya.
Jika memang penutupan tersebut tetap terus berjalan, saat ini justru NKRI yang menyengsarakan masyarakat. Untuk apa kata dia, adanya negara dan bangsa jika hanya menyusahkan masyarakat dan menyengsarakannya. "Saya yakin jika seperti ini terus NKRI akan bubar negara akan hilang kalau terus menyengsarakan warganya, saya minta pertimbangan terlebih dahulu sebelum ditutup," jelasnya.
Perwakilan dari PT KAI, Prawoto mengaku, bahwa penutupan jalan tersebut sudah merupakan program dari pusat untuk mengurangi angka kecalakaan di kereta api serta mengurangi angka kemacetan. Untuk alternatif lainnya seperti pengajuan jembatan itu kewenangan pemerintahan daerah. "Kami hanya menjalankan tugas dan program dari pusat, walaupun ada penolakan dari warga kita akan tetap melakukan penutupan," terangnya.
Kapolsek Klari, Kompol H.Relisman Nasution juga menyampaikan, agar masyarakat bisa meredam emosi saat terjadi aksi demo kali ini. Bagi dia semua permasalahan bisa diselesaikan dengan musyawarah. Jangan sampai dengan adanya penutupan jalan ada pihak yang dirugikan. "Musyawarahkan terlebih dahulu dan mencari solusinya bersama," tegasnya. (yna)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. ASSALAMU ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATU...
    Salam sejahterah bagi kita semua...
    Mohon maaf bilah kedatangan saya mengganggu. Perkenalkan nama saya agus sodikin asal surabaya seorang mantan TKI dulu kerja di pabrik triplek malaysia selama 4 tahun lamanya. Singkat cerita.. Saya sangat berterima kasih kpd pak h.cahyono atas bantuan beliau melalui pemasangan nombor togel 6D nya alhamdulillah saya menang RM,450.000 selama 3X pusingan, saya tidak menyangka kalau saya bisa seperti ini dan ini semua berkat bantuan pak h.cahyono, saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang alhamdulillah kini sekarang saya sudah punya rumah dan usaha sendiri. Saya tidak tau harus berbuat apa untuk membalas kebaikan beliau karna banyaknya orang yg perna saya pon dari google untuk minta bantuannya tidak ada satu pun yg berhasil malah hutang saya tambah banyak. Beliau juga bisa bantu melalui Uang gaib/Bank gaib tanpa tumbal, Uang balik, Pelet, Pelaris, Nomer togel 3D/4D/6D.. Bagi saudara yg diluar negri maupun dalam negri butuh bantuan beliau jangan takut atau maluh segerah pon pak h.cahyono di nombor +6285 213 737 273 / WhatsApp 085213737273 insya alloh beliau pasti membantu anda seperti saya. Demi alloh inilah kisah nyata sye.. Sekian dan terima kasih atas tumpangannya semoga dengan adanya pesan singkat ini bisa bermanfaat...


    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template