Program Rastra Diganti BPNT - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Program Rastra Diganti BPNT

Program Rastra Diganti BPNT

Written By Admin Raka on Jumat, 02 Maret 2018 | 14.30.00

Penyaluran Masih Belum Beres

KLARI, RAKA - Dari tiga belas desa yang ada di wilayah Kecamatan Klari baru beberapa desa yang sudah mengambil dan mendapatkan bantuan beras sejahtera (rastra). Bukan menolak bantuan dari pemerintah, melainkan masih banyak desa yang belum melaksanakan validasi data terkait bantuan beras sejahtera tersebut.
Kasi Kesos Kecamatan Klari, Asip Suhenda tercatat, baru desa Duren, Kiarapayung, Cibalongsari, Klari, Anggadita dan Desa Sumurkondang yang sudah mendapatkan bantuan dari ketiga belas desa di Kecamatan Klari. Sisanya mereka belum melakukan validasi data yang fix untuk jumlah penerima keluarga manfaat. "Dari masalah yang sering terjadi, banyak KPM yang sudah meninggal dan pindah, jadi harus diganti sama KPM yang baru," ucapnya.
Tidak hanya itu, saat ini bantuan hibah beras sejahtera yang dibagikan sebanyak 10 kilo beras kepada setiap kepala keluarga penerima manfaat tersebut juga hanya berlaku sampai bulan Maret. Sedangkan untuk bulan April sampai Desember itu akan diganti dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). "Ini harus segera dapat diselesaikan oleh kepala desa masing-masing bagi yang belum mengambil rastra," ungkapnya.
Untuk BPNT itu sendiri, nantinya akan dibuatkan e-money berbentuk ATM sebagai salah satu alat untuk mendapatkan bantuan. Besaran BPNT sebesar Rp 110 ribu untuk KPM setiap bulannya yang diperuntukan kebutuhan sembako. "Untuk penukaran nanti bisa diambil di agen, jadi tidak sembarangan toko," jelasnya.
Namun sampai saat ini kata dia, belum ada penunjukan agen dari BNI sendiri untuk bisa melakukan transaksi penukaran BPNT itu. Maka tak heran jika sampai saat ini masih banyak pemerintahan desa yang belum melakukan pendataan validasi KPM yang benar-benar membutuhkan. Sebab, bantuan tersebut juga akan turun setiap bulannya. "Jadi jangan sampai salah, harus tepat sasaran dan orang yang benar-benar membutuhkan," terangnya.
Camat Klari, Rachmat menjelaskan, pemerintah melalui Kementrian Sosial atau Dinas Sosial sudah mulai meluncurkan program rastra yang akan dibagikan kepada setiap penerima secara gratis atau tidak bayar. Setelah itu, akan ada program lainnya penggantai hibah rastra yaitu BPNT. "Kalau rastra sudah selesai baru BPNT," ucapnya.
Dirinya berharap bahwa dengan adanya program tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar serta bisa disalurkan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan. Jangan sampai kata dia, penyaluran hibah bantuan tersebut tidak tersalurkan dengan baik. "Yang penting penyaluran bisa tepat sasaran," harapnya.
Sementara Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Klari, Muhidin menjelaskan, untuk kecamatan Klari sendiri ada sebanyak 4071 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan hibah bansos dinataranya Desa Anggadita 260 KPM, Desa Belendung 379 KPM, Cibalongsari 435, Cimahi 301, Curug 383, Duren 435, Gintungkerta 529, Karanganyar 420, Kiarapayung 57, Klari 177, Pancawati 299, Sumurkondang 241 dan Desa Walahar sebanyak 155 KPM. " Untuk penyaluran rastra sendiri akan dilakukan di setiap kantor desa masing-masing," terangnya.
Kepala Desa Walahar, Sardi Anwar Surendra yang belum mendapatkan bantuan hibah rastra terebut mengatakan, bukan dirinya menolak bantuan beras dari pemerintah, namun pihak desa juga harus bisa memilih untuk menentukan siapa keluarga penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan. "Kita masih mendata soalnya banyak perubahan ada yang sudah meninggal dan sudah tidak tinggal di Walahar," akunya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template