Pondasi Irigasi di Pangasinan Kulon Roboh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pondasi Irigasi di Pangasinan Kulon Roboh

Pondasi Irigasi di Pangasinan Kulon Roboh

Written By Admin Raka on Rabu, 21 Maret 2018 | 17.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Turap saluran irigasi tersier di Dusun Pangasinan Kulon, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat roboh sehingga membendung aliran air ke daerah persawahan. Peristiwa itu terjadi akibat pondasi penahan turap tidak kuat menahan beban setelah tergerus air hujan yang turun tiga dua pekan terakhir.
Saat ini petani di wilayah itu khawatir, sawah mereka kekurangan pasokan air.
Karenanya mereka berharap pemerintah melalui dinas pengairan bisa memperbaiki kerusakan tersebut. Data yang dihimpun Radar Karawang, Selasa (20/3) seluas 39 hektar sawah mengandalkan pasokan air sungai tersier tersebut. Dengan adanya kerusakan pondasi turap saluran irigasi itu membuat mereka khawatir. Apalagi hingga kemarin belum ada tanda-tanda bagian tembok yang roboh itu diangkat dari saluran air.
"Memang sudah dua pekan lalu, ketika hujan besar pondasi sungai roboh karena tanah bahu sungai tidak mampu menahan gerusan air sungai saat volume debit airnya mengalami kenaikan. Pondasi langsung terbelah, lalu sebagian pondasi malah terbawa ke bawah sungai karena selokan itu merupakan limpasan dari atas saluran," ungkap Wiwih (30) warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi.
Dijelaskan Wiwih, sebelumnya warga disekitar sempat mendengar suara bergemuruh di sungai. "Sekarang disekitar bagian tembok yang roboh itu dipenuhi aneka macam sampah yang tersangkut. Kalau tidak segera diangkat temboknya takut nya sampah semakin banyak dan malah akan membuat kondisi semakin parah," ucapnya.
Sementara Sudin Samsudin (45) petani setempat mengungkapkan selama ini perawatan sungai di saluran tersier itu minim perawatan, padahal saluran itu merupakan sungai yang cukup penting bagi kelangsungan pertanian di wilayah tersebut. "Kami belum pernah diajak agar ikut berperan menjaga stabilitas sungai tersier, yang memang kami juga cukup membutuhkan ketersediaan air itu. Untuk yang roboh itu, karena memerlukan alat, agar puing bisa diangkat ke atas, saat ini kami mencoba mengajak rekan-rekan yang lain. Rencana kami, besok (hari ini, red) akan mengadakan kerja bakti agar saluran air tersier bisa lancar kembali," tegasnya.
Kendati demikian Sudin tetap berharap pemerintah desa dan kecamatan bisa tegas, menyikapi persoalan sampah juga agar petani tidak direpotkan masalah sampah. Apalagi  kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah di sungai masih minim. "Pondasi yang ambruk juga karena beban penahan adanya sampah yang tertahan di titik pondasi yang roboh. Coba saja lihat, hampir setiap hari kita membersihkan sampah yang menumpuk di sawah. Mestinya sawah kan bukan tempatnya sampah," pungkas Sudin. (yfn)

Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template