Pohon Rindang di Jalan Syeh Quro Berbahaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pohon Rindang di Jalan Syeh Quro Berbahaya

Pohon Rindang di Jalan Syeh Quro Berbahaya

Written By Admin Raka on Kamis, 08 Maret 2018 | 19.11.00

TELAGASARI, RAKA - Pohon rindang di Jalan Syekh Quro sepanjang Kecamatan Telagasari hingga Majalaya memang menyejukan, tetapi kalau membahayakan karena dahannya rawan patah, maka patut ditebang, sehingga tidak membahayakan orang yang melintas dibawahnya.
Seperti diungkapkan Kurtubi (47) petani penggarap sawah di pinggir Jalan Syekh Quro perlintasan Telagasari - Majalaya. Dia menyarankan agar Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) melakukan pemangkasan pohon. Karena selain kondisinya rimbun pohonnya juga sudah tua sehingga rawan patah.
"Bagusnya dipangkas saja biar dahannya yang patah tidak berjatuhan ke jalan dan sawah," tandas Kurtubi. Menurutnya, pohon yang tumbang, bukan saja mengancam pengendara tetapi juga merugikan petani jika kebetulan cabang dan rantingnya jatuh ke areal pesawahan. Beruntung, yang jatuh cabangnya sehingga hanya sedikit tanaman padi yang rusak.
Ketua Karangtaruna Kecamatan Telagasari, Angga mengatakan, pepohonan disepanjang jalan Telagasari - Majalaya, memang membuat suasana berkendara teduh, karena dedaunan pohon dipinggiran jalan itu seperti terowongan di dua arah. Satu sisi memang baik karena keteduhannya saat berkendara, namun disisi lain membahayakan pengendara jika angin bertiup kencang, sebab ranting pohon yang terus tidak di papasi pemerintah itu bisa patah seketika dan menimpa pengendara roda empat dan roda dua.
Apalagi, akses ini merupakan akses utama bagi masyarakat dari berbagai kecamatan menuju kota, sementara pohon dengan ranting yang lebat berjejer lebih dari 3 kilometer dibiarkan tanpa pemangkasan. Padahal musim hujan ini bukan saja membuat pohon itu rawan tumbang tetapi juga membahaya pengguna jalan. "Rindang memang bikin adem, tapi kalau lama gak dipotong rantingnya sangat membahayakan, karena pohonnya banyak berjejer di sepanjang jalan," katanya.
Sekretaris Desa Talagasari Ono Rustono, mengatakan, selama setahun terakhir pepohonan itu belum pernah dipangkas. Pihak desa, jarang mengajukan ke instansi terkait karena tanpa ajuanpun sebenarnya sudah keharusan pepohonan disepanjang jalan Syekh Quro itu sudah menjadi program tahunan. Kadang-kadang, pepohonan itu pangkas saat musim hujan, namun hanya berselang 2-3 bulan daun dan ranting kembali tumbuh lebat.
Seharusnya, PRKP bisa rutin mencukuri dedaunan dan ranting yang mengancam keselamatan para pengendara dan tidak membiarkan begitu saja. Biarpun panas sebut Ono, yang penting keselamatan terjamin, dari pada rindang, tapi sebenarnya membahayakan. "Kalau pohon di rumah tidak masalah tetapi ini kan jalanan, masa rindang lebat dibiarkan saja," ucapnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template