PLN Didesak Putuskan Sambungan Listrik Pemda - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PLN Didesak Putuskan Sambungan Listrik Pemda

PLN Didesak Putuskan Sambungan Listrik Pemda

Written By Admin Raka on Rabu, 14 Maret 2018 | 17.00.00

PLN Karawang didesak untuk memutus saluran listrik bangunan pemerintah daerah Karawang yang tidak memiliki Sertifikat Like Organisasi (SLO). Pasalnya jika dibiarkan, selain menjadi contoh yang buruk, gedung tersebut juga rawan kebakaran.
"PLN harus memutus hubungan arus listrik pada bangunan yang tidak memiliki SLO, jelas UU sudah mengatur seperti itu," kata Ketua Forum Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Karawang Eddy Djunaedy, kepada Radar Karawang, Selasa (13/3).
Seharusnya, tambah Eddy, PLN tidak pandang bulu dalam menjalankan aturan. Karenanya PLN sebagai operator yang diberikan amanah menjalankan kebijakan harus berani memutuskan arus listrik yang tidak ada SLO. "Apalagi gedung-gedung milik Pemda yang seharusnya memberikan contoh baik pada masyarakat," tegasnya.
Sementara dirinya juga menagih janji DPRD Karawang yang sebelumnya menyampaikan akan memanggil pihak PLN termasuk pihak eksekutif untuk menindaklanjuti persoalan gedung pemda yang tidak memiliki SLO. "DPRD sebagai legislator punya hak menegur esekutif yang lalai dalam melakukan kewajibannya," ujarnya.
Menurutnya, untuk mendapatkan SLO tidak semudah itu, karena konsultan pembuat SLO bukan sekedar mengeluarkan atau menerbitkan SLO saja. "Mereka harus betul-betul teliti memeriksa instalasi, sebelum semua komponen listrik yang terpasang sesuai dengan SNI dan kesalamatan konsumen atau pengguna," terangnya.
Oleh karenanya, dia mewajarkan jika gedung-gedung pemerintahan beberapa kali terjadi kebakaran. Karena pemasangan arus listrik selama ini banyak yang menyalahi aturan. Jika hal itu dibiarkan, maka dokumen pemerintahan yang harusnya terjaga secara aman setiap saat bisa hilang karena kebakaran. "Karena tidak ada SLO maka kebakaran mengancam," pungkas Eddy seraya menyampaikan memegang dokumen gedung mana saja yang tidak memiliki SLO.
Sementara Anggota Komisi C DPRD Karawang Saepudin Permana mengaku akan menindaklanjuti kabar tersebut untuk mengecek kebenaranya. "Kroscek dulu kebenarannya, kalau memang belum mempunyai SLO segera perbaiki, jangan sampai pemda memberikan contoh  yang kurang baik kepada masyarakat," ujar Aep sapaan akrab Saepudin Permana.
Menurutnya, karena anggota dewan memiliki kewenangan untuk mengontrol kinerja eksekutif, maka langkah yang akan dilakukan adalah pengecekan dengan melakukan pemanggilan keberbagai pihak, seperti PLN, Kabag Umum dan yang lainnya. "Tidak harus cek lapangan, cek ke pihak yang terkait saja, karena ini kaitan dengan teknis maka komisi C akan memangil PLN," jelas politisi Golkar yang tinggal di Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari.
Sementara humas PLN Area Karawang Ahmad Muldani menyampaikan, sejak diterbitkannya Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, SLO menjadi syarat wajib bagi gedung atau bangunan yang akan dialiri arus listrik. "Memang harus ada SLO nya sekarang mah. Kami (PLN) tidak boleh memberikan sambungan listrik jika rumah, atau gedung atau bangunan itu tidak memiliki SLO," terangnya.
Meski demikian, yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan SLO bukan PLN melainkan Lembaga Inspeksi Teknik Tegangan Rendah (LIT-TR). "Di Karawang ada empat LIT-TR," ucapnya.
Ditambahkan rekan kerjanya Imam Hanafi, ada sanksi yang diberlakukan jika bangunan tidak memiliki SLO namun aliran listrik tetap masuk. Untuk sanksinya sendiri diberikan kepada pihak yang terkait baik itu yang menyambungkan maupun yang memiliki bangunan. "Sanksinya paling banyak Rp.500 juta," ujarnya.
Sebenarnya ada sanksi pidana penjara bagi yang melangar, namun sanksi tersebut dibatalkan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian uji materi Pasal 54 ayat (1) UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Namun, sanksi denda ini tidak berlaku bagi pelanggan instalasi listrik rumah tangga.
"Tapi untuk lenih kelasnya silahkan ke LIT-TR," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template