Petani Timbun Gabah di Rumah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Timbun Gabah di Rumah

Petani Timbun Gabah di Rumah

Written By Admin Raka on Selasa, 13 Maret 2018 | 15.30.00

PANGKALAN, RAKA - Naik turunnya harga gabah di pasaran membuat petani enggan menjual gabahnya. Mereka lebih memilih menyimpannya sebagai persediaan bahan makanan. Akibatnya persediaan beras di pasaran menjadi berkurang sehingga mengakibatkan harga gabah tidak stabil.
Seperti diungkapkan pembina TNI untuk Kecamatan  Pangkalan, Serda Hasbulloh, Senin (12/3). Berdasarkan pantauannya di lapangan, pilihan menyetok gabah dilakukan petani karena rendahnya harga gabah sebelumnya. Petani melakukan itu sebagai pertimbangan harga jual gabah saat itu tidak sebanding dengan tingginya biaya tanam yang dikeluarkan. Dari pada dijual pun rugi lebih baik disimpan saja untuk persediaan bahan makanan. "Kalau persoalan harga, di Desa Medalsari saja yang menjadi wilayah binaan saya tidak semua merata harga gabahnya, dan itu menjadi sebuah kewajaran karena banyak petani lebih memilih menyimpan padi untuk stok puasa dan lebaran," akunya.
Hal sama juga diungkapkan H. Amiy (50) petani setempat. Dirinya membenarkan di beberapa wilayah baik di Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan kini mengalami perubahan harga yang tidak merata. Akan tetapi sampai kini karena hasil panen pun mengalami kegagalan karena hama maka petani banyak yang tidak menjual gabahnya ke tengkulak. "Saya tidak menjual gabah saya tetapi saya simpan untuk kebutuhan ramadan," ucapnya.
Petugas Penyuluh Lapangan Balai Pertanian Pangkalan, Ace Sugianto. SP, petani menahan gabahnya karena nilai panennya jelek. Sehingga mereka lebih memikirkan untuk persiapan menjelang ramadan. Meski begitu ada juga yang menjual gabahnya walau sebagian kecilnya. Sementara kegagalan panen musim ini sendiri, dikatakan Ace sebagai dampak dari ganasnya serangan hama saat ini. Upaya antisipasinya bukan tidak dilakukan, bahkan Dinas Pertanian secara intensif melakukan pengawasan secara serius. "Kami sudah melakukan pencegahan tetapi tetapi sulit menanggulangi namanya," ucapnya.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang harga gabah saat ini mencapai Rp 5.400 hingga Rp 5.500/kg dan satu kwintal gabah kering bisa mencapai Rp 550.000 dan gabah basah Rp 470.000. Sayangnya harga itupun selalu berubah, kadang naik terkadang turun, karena banyaknya petani yang menahan gabahnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template