Perhitungan Jatah Dana Desa Berubah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perhitungan Jatah Dana Desa Berubah

Perhitungan Jatah Dana Desa Berubah

Written By Admin Raka on Senin, 05 Maret 2018 | 12.50.00

KARAWANG, RAKA - Tahun ini, jumlah dana desa yang diterima oleh 297 desa di Kabupaten Karawang akan mengalami perubahan yang siginifikan. Jika tahun lalu Desa Duren, Kecamatan Klari, memperoleh dana desa tersebesar. Kini tidak lagi. Hal itu dipengaruhi oleh perubahan mekanisme perhitungan dana desa, yang awalnya dilihat dari jumlah penduduk, luas desa, jumlah warga miskin, dan kesulitan geografis. Kini yang sangat berpengaruh terhadap perhitungan dana tersebut adalah jumlah warga miskin di satu desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang Ade Sudiana mengatakan, tahun ini total dana desa yang diterima seluruh desa di Karawang adalah Rp 280 miliar. "Dana desa yang setiap tahun terus naik harus digunakan sebaik mungkin oleh kepala desa. Tahun ini naik jadi Rp 280 miliar. Dana desa pemberian pusat itu harus betul-betul diserap oleh publik," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Desa yang paling banyak menerima dana desa, kata Ade, adalah Desa Tambaksumur Rp 1.479.154.200. Sementara terendah tahun ini angkanya Rp 719.550.700 di Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari. "Tapi secara umum meningkat," katanya.
Namun, perubahan sistem pembagian dana desa yang dilakukan oleh pemerintah pusat pada tahun ini, ternyata membuat beberapa kepala desa terpukul. Pasalnya, dana yang biasanya mengalami penambahan, tahun ini justru berkurang. Kades Cikalong Kecamatan Cilamaya Wetan H Lili Hermanto mengatakan, tahun kemarin desanya yang masuk kategori berkembang ini mendapatkan Rp 816.926.000. Namun, tahun ini pagu yang akan dia terima Rp 808.547.000. Dirinya tidak tahu alasan pemerintah melakukan pengurangan dana tersebut. Padahal, infrastruktur di desanya masih banyak yang harus diperbaiki. "Kita ciut Rp 8 jutaan, gak tahu alasannya kenapa dan apa yang menjadi dasarnya," katanya.
Hal itupun diakui oleh Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karawang Alek Sukardi. Ia mengatakan, jika dilihat besaran dana desa yang diterima berbeda-beda pasti ada yang iri. Sedangkan cara penghitungannya jelas pembandingnya, yaitu jumlah rumah tangga miskin, jumlah penduduk, tingkat kesulitan geografis dan jarak ke pusat kota. "Jumlah rumah tangga miskin menempati persentase terbesar. Dengan kata lain, desa miskin dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) terendah akan mendapatkan dana desa besar," ujarnya.
Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Karawang, Deni mengatakan, pembangunan yang menggunakan dana desa harus sesuai dengan APBDes yang sudah diperdeskan. "Pemerintah desa bebas melakukan pembangunan dalam hal apa saja, namun harus sesuai dengan peraturan desa," ujarnya. (apk/rud/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template