Penyakit ISPA Mendominasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penyakit ISPA Mendominasi

Penyakit ISPA Mendominasi

Written By Admin Raka on Kamis, 08 Maret 2018 | 19.14.00

Paling Banyak Diderita Warga Purwakarta

PURWAKARTA,RAKA- Tercatat 6.400 orang terjangkit penyakit Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di tahun 2017. Menurut data Puskesmas Kecamatan Purwakarta, setelah melihat jenis penyakit yang diderita oleh pasien diurutkan menjadi 10 golongan. ISPA mendudukui peringkat pertama penyakit yang banyak menjangkit warga Kecamatan Purwakarta.
Kepala UPTD Puskesmas Purwakarta Dr Ano mengatakan, penyakit ISPA biasanya ditimbulkan dari pola hidup yang tak bersih. "Banyak kalau penyakit insfeksi kan soal kebersihan. Pencegahannya menutup mulut kalau batuk dan cuci tangan yang bersih. Dan juga pola makanan yang kurang bagus di musim hujan yang memperngaruhi ke lambung atau menjadi diare," katanya.
Ia juga menjelaskan, orang yang terjangkit nyeri otot 4000 orang, gasteritis 3700 orang, hipertensi 3600 orang, dispepsia 2500 orang, TB Paru 2300 orang, diare 1500 orang, gusi dan jar period 1000 orang, diabetes 700, dan faringitis 171 orang. "Kalau untuk darah tinggi dan kencing manis yang menjadi masalah pola hidup seperti jarang makan sayuran, jarang olah raga, jarang ngecek kesehatan, dan kalau tahu sakit suka tak berobat," imbuhnya.
Ia juga menyarankan untuk menghindari stres fisik dan enyahkan asap rokok, seperti tertuang dalam program penanggulangan penyakit tak menular. "Kalau belum pernah tau sakit atau belum pernah sakit gula, jaga pola hidup dengan olah raga teratur dan makanan dengan gizi yang cukup. Hindari penyebab stres, baik pikiran ataupun fisik. enyahkan asap rokok. Cerdi," jelas dia.
Sementara untuk usia anak sekolah, lanjut dia, yang paling banyak ditemukan masalah gigi dan telinga yang sering tidak terbersihkan padahal fungsi mendengar sangat vital. "Kalau remajanya yang perempuan dan sudah SMA kita memberikan obat tablet tambah darah, dalam seminggu harus diminum sekali kemudian pada saat menstruasi diberikan seminggu sekali agar tidak anemia," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pemberian obat tambahan darah tersebut diberikan untuk menghindari terjangkitnya penyakit anemia dimasa yamg akan datang. "Kalau tidak dari sekarang diatur zat besinya, nanti setelah menikah dan hamil bisa jadi kena anemia. Diharapkan setelah mendapatkan tablet tambah darah rutin di sekolah, setelah lulus ketika bekerja atau menikah tubuhnya akan siap dan tidak kekurangan darah," pungkasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template