Penumpang Radius 200 Meter Milik Ojek Pangkalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penumpang Radius 200 Meter Milik Ojek Pangkalan

Penumpang Radius 200 Meter Milik Ojek Pangkalan

Written By Admin Raka on Senin, 05 Maret 2018 | 17.00.00

KARAWANG, RAKA - Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang akan menawarkan regulasi jarak bebas untuk mensiasati bentrokan antara ojek pangkalan dan ojek online. Nantinya, penumpang dalam jarak 200 meter dari pangkalan ojek merupakan penumpang ojek pangkalan.
Kepada Dinas Perhubungan Arief Bijaksana Maryugo, S.IP mengatakan itu kepada Radar Karawang, Minggu (4/3) via ponsel. Secara umum, kata Arief, transportasi berbasis aplikasi belum memiliki aturan umum baik motor maupun mobil. "Bukan cuma di Pemda tetapi pusat pun memang belum memiliki aturan baku yang mengatur perihal operasi transportasi berbasis online ini," tegas Arief.
Sementara, disatu sisi, terang Arief, beroperasinya transportasi itu belakangan ini malah rawan keributan sesama tukang ojek. "Untuk solusi demo dari ojek pangkalan, atas kehadiran ojek online, kita akan mediasi dengan kesepakatan kedua pihak. Misalnya dengan ojek online tidak mengambil penumpang pada jarak 200 meter di area ojek pangkalan," paparnya.
Keberadaan trasportasi berbasis online di Karawang pun nampaknya belum mendapatkan restu dari pemerintah daerah. Hal itu dibuktikan dengan pengakuan Kadishub Arief bahwa sampai saat ini dia mendata keberadaan jumlah baik ojek pangkalan maupun ojek online di wilayahnya. "Dishub belum mendata jumlah ojek pangkalan dan ojek online karena belum ada aturan yang mengatur bahwa kendaraan tersebut masuk dalam angkutan kendaraan umum," ujarnya.
Tukang ojek pangkalan di Lapangan Karangpawitan, Atam (45) disinggung regulasi 200 meter dari pangkalan ojek sebagai jalur bebas penumpang ojek online, hanya mengatakan akan sependapat dengan rekan-rekannya. "Saya mah gimana kawan-kawan saja. Jika menolak ya hayu, tidak juga tidak apa-apa karena rezeki sudah ada yang mngatur," ujarnya.
Namun lanjut Atam, secara solidaritas yang ada pada dirinya jika memang keberadaan ojek online di Karawang itu tidak memiliki aturan, maka wajib hukumnya pamerintah membantu pengusaha ojek pangkalan agar dapat mempertahankan usaha kecilnya. "Kalau aturannya tidak ada, maka pemerintah jangan membiarkan ojek online itu beroperasi dong," ujarnya.
Sebab kata Atam, kebanyakan yang diketahuinya, jika operator ojek online itu bukanlah asli orang Karawang, kemudian mereka adalah para buruh dari warga luar Karawang yang sudah bekerja di pabrik dan menyambi  sebagai ojek online.
Kendati demikian Atam menambahkan, pihaknya mewakili teman seprofesinya mengaku jika ojek online harus bisa saling menghargai untuk berjuang mencari nafkah buat keluarga. Jangan sampai di wilayah para ojek pangkalan pun masih diserobot. "Kalau diluar wilayah kita mah sebetulnya tidak jadi masalah, tapi yang buat jengkel mereka suka ada di depan kita naikin penumpang maupun turunin penumpang," papar Atam. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template