Penolakan Penutupan Jalan Kereta Makin Gencar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penolakan Penutupan Jalan Kereta Makin Gencar

Penolakan Penutupan Jalan Kereta Makin Gencar

Written By Admin Raka on Jumat, 23 Maret 2018 | 19.30.00

KLARI, RAKA - Rencana adanya penutupan perlintasan kereta api di sepanjang perlintasan gang di Kabupaten Karawang terus mendapatkan penolakan dari sejumlah warga. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat di Dusun Kosambi Gang Artis, Desa Duren, Kecamatan Klari, sebagai bentuk penolakan mereka akan melakukan aksi di sepanjang jalan kereta api.
Hal tersebut disampikan Kasi Trantib Desa Duren, Arief Maulana, pelaksanaan aksi demo warga terhadap penolakan pentupan akses jalan yang melintasi rel kereta tersebut akan dilaksnakan pada Jumat ini. Meneurutnya wajar saja jika banyak masyarakat yang melakukan penolakan. Bayngkan saja jika masyarakat sudah tidak bisa menggunakan jalan alternatif tersebut maka aktivitas sehari-harinya akan terhambat. "Untuk dua atau tiga arah saja masih macet, gimana kalau di satu arahkan, nggak kebayang macetnya," ucapnya.
Dia juga menjelaskan, bahwa jika memeng di sepanjang jalan perlintasan kereta api akan ditutup sebagai salah satu solusi untuk mengurangi angka kemacetan atau kecelakaan di Karawang, maka itu bukan salah satu solusi alternatif yang cukup baik. Sebab, ada banyak masyarakat yang merasa dirugikan jika adanya pentupan. "Rugi waktu, makah ancaman bahaya lebih tinggi bagi warga, kasihan sama anak-anak yang harus melintas jalan besar, belum lagi mereka terkena macet," jelasnya.
Dia sendiri belum bisa menafsirkan berapa jumlah masyarakat yang akan turun aksi nanti, yang jelas sejumlah surat penolakan serta aksi sudah diturunkan ke desa sebagai pemberitahuan. Ia hanya berpesan agar dalam aksi nanti tidak akan ada kekacuan dan pengrusakan jika terjadi aksi nanti. Jangan sampai masyarakat di Desa Duren tercemar dengan sikap dan perilaku yang tidak baiknya. "Rencananya besok akan turun aksi, semoga aksi damai dan tidak ada kerusuhan," terangnya.
salah satu tokoh pemuda Regi Juniar menilai, bahwa pentuupan jalan di perlintasan kereta api yang kerap dimanfaatkan warga untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari bukan salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan. Bagi dia masih banyak cara yang dilakukan tanpa harus menutup akses warga. "Jangan main tutup aja, kasihan warga yang melintas, ada anak sekolah, pedagang warga dan yang lainnya juga lewat jalan," ucapnya.
Menurut Regi, jika pemerintah ingin mengurangi angka kemacetan yang sering terjadi di wilayah Kosambi, seluruh fasilitas jalan yang digunakan oleh masyarakat dan pengendara harus bertambah. Jangan sampai kata dia, dengan bertambahnya kendaraan tidak ditunjang dengan fasilitas jalan yang memadai. "Kalau ditutup jelas salah, tetep aja macet kalau mau itu infrastruktur jalan harus ditambah, percuma juga kalau kendaraan bertambah sedangkan jalan gitu-gitu aja," tegasnya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template