Pengelolaan Pasar Johar akan Dikaji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengelolaan Pasar Johar akan Dikaji

Pengelolaan Pasar Johar akan Dikaji

Written By Admin Raka on Sabtu, 03 Maret 2018 | 18.30.00

Rahmat Gunadi: Banyak Pedagang Luar Karawang 

KARAWANG, RAKA - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Karawang akan melakukan pengkajian pengelolaan Pasar Johar. Rencana ini ditempuh setelah mengetahui banyaknya pedagang beras dari luar kabupaten yang transit dan melakukan jual beli di lokasi pasar.
Saat ini Pasar Johar terikat perjanjian Bangun Guna Serah (Build Operate Transfer/BOT) terkait penyediaan infrastruktur yang memindahkan tanggung jawab atas biaya, pembangunan dan operasional ke pihak swasta. "Kemarin, saat kesana kita temukan di badan-badan jalan. Kedepan akan kita lihat regulasinya kembali tentang pengelolaan pasar usai di BOT kan," ujar Sekretaris Disperindagsar Rahmat gunadi.
Gunadi mengatakan itu, Jumat (2/3) usasi olahraga bersama di Lapangan Karangpawitan. Sebelumnya pihaknya menyaksikan pedagang beras luar Karawang melakukan transaksi di badan-badan jalan di luar pasar. Kata Gunadi, regulasi yang akan pihaknya lihat tentang masuk dan keluarnya barang kelokasi Pasar Johar, khususnya pedagang beras yang berada dilokasi yang menggunakan pasar sebagai transit jual beli sehingga mengakibatkan kemacetan.
"Kita tidak mau jika yang masuk itu hanya beras luar karawang sedangkan beras dari Karawang amat sedikit. Persoalannya buat Karawang sendiri hasilnya apa. Padahal Karawang merupakan kota produksi terbesar beras se Jawa Barat," tegas Gunadi. Karawang hanya dapat macetnya sedang peningkatan ekonominya yang milik pedagang-pedagang beras luar Karawang.
Karena itu, lanjut Gunadi, perlu disegerakan untuk mempelajari dan mengevaluasi lagi soal regulasi yang memang masuknya barang dari luar kota Karawang berupa retribusi atau bagaimananya yang perlu dilakukan. "Kita tidak mau dan jangan sampai masuknya beras ke kota Karawang ini merusak pasar yang berada di dalam, nanti kita akan lihat regulasinya," ucapnya.
Masih dikatakan Gunadi, selama ini mobilisasi beras dari luar kota sudah cukup banyak, dan pertanyaannya di Pasar Johar itu apakah beras Karawangnya ada di lokasi pasar atau malah tidak ada. "Saya khawatir malah beras Karawang tersisihkan. Ini akan kita kerjasamakan nanti karena bagaimana juga pasar beras disini pasarnya masih dalam BOT, walaupun pengawasannya masih di kita," ujarnya.
Gunadi berharap jika nantinya memang sudah memiliki hasil kajian, pihaknya akan mengutamakan kepentingan pedagang Karawang dibanding pedangan luar Karawang. "Akan kita evaluasi bukan masalah kendaraan yang hanya transit saja, namun posisi jual beli di pasar saja akan dilihat ada tidak sih retribusinya. Saat ini akan kita pelajari," ujarnya. Gunadi juga menyinggung masalah kemacetan yang terjadi akibat jual beli beras. Kondisi itu berlangsung karena banyaknya truk bongkar muat beras di luar pasar beras. Karenanya, hal itupun mesti harus mendapat perhatian juga.
Terkait persoalan kemacetan itu, saat ini Dinas Perhubungan sedang melakukan kanjian terhadap pembukaan akses jalan alternatif di samping pasar yang saat ini dioptimalkan untuk tempat berjualan. Rencananya jalur itu akan dibuka dan dijadikan jalur alternatif keluar masuk pasar. Selain upaya memberlakukan sistem parkir satu jalur bagi truk-truk yang bongkar muat beras. "Kita akan lakukan rapat koordinasi karena ada alternatif untuk membuka jalan yang sudah ada dalam pasar johar. Kita akan kordinasikan dengan PT Sanjaya dan kepolisian," ucap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Karawang Arief Bijaksana Maryugo. (apk)










Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template