Penanak Nasi Disita Bank Emok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penanak Nasi Disita Bank Emok

Penanak Nasi Disita Bank Emok

Written By Admin Raka on Selasa, 13 Maret 2018 | 18.00.00

Gara-gara tak Bisa Bayar Cicilan

KUTAWALUYA, RAKA- Praktek bank emok dengan dalih bank syariah, diduga melakukan tindakan perampasan kepada salah saeorang nasabah di Desa Kutajaya. Karena tak sanggup membayar, nasabah di minta untuk membayar cicilannya menggunakan alat rumah tangga berupa penanak nasi elektronik atau magic com.
 Tindakan tidak menyenangkan tersebut di lakukan oknum pihak bank emok kepada Tati Mulyati (43), warga Dusun Bedeng, RT 08/02.
Tati mengaku rela membayar cicilan dengan menggunakan alat penanak nasi elektronik karena pihak bank emok terus memaksa nasabah untuk membayar. Bahkan menunggu nasabah hingga larut malam.
 Menurutnya, pada saat pembayaran cicilan tiba, ia sama sekali tidak mempunyai uang untuk dibayarkan, sebelum bisa membayar cicilan, Tati memohonkan keringanan kepada pihak bank  dengan meminta tenggang waktu untuk pembayaran. Namun, pihak bank tidak memberikan toleransi karena dinilai melebihi batas waktu. Bahkan, karena Tati masih belum bisa membayar, pihak bank menunggui rumah Tati hingga larut malam, akhirnya memintai barang rumah tangga milik warga untuk menutupi kekurangannya. "Saya sudah membayar Rp 150 ribu, kurangnya itu Rp 58 ribu. Kata saya besok, tapi karyawannya itu malah nunggu di rumah sampai lewat magrib. Katanya, dia gak bisa pulang sebelum saya bisa membayar, karena ditekan sama atasannya. Saat disuruh menginap, malah meminta barang rumah tangga, biar saya yang jual," ucapnya, kepada Radar Karawang sambil memeragakan ucapan pegawai bank.
Padahal, lanjut Tati, dalam perjanjian tidak ada aturan bahwa pembayaran cicilan harus menggunakan barang rumah tangga. Setelah kejadian tersebut, dirinya mengaku trauma dan tidak akan meminta permodalan keoada bank emok. Dengan adanya surat edaran pelarangan beredarnya bank emok, dirinya meminta kepada Penerintah Kabupaten Karawang segera merealisasi dan bertindak secara nyata.
Kepala Desa Kutajaya, Suryana, mengaku kecolongan dengan keberadaan bank emok di desanya. Pasalnya, selama ini ia tidak memberikan izin kepada bank emok untuk beroperasi di Desa Kutajaya. Dan kejadian perampasan barang untuk pembayaran cicilan angsuran kepada bank emok tersebut di nilai tidak beretika. "Sebelumnya bank emok masuk ke Desa Kutajaya itu tidak minta izin, di tengah perjalanan baru minta izin. Ya tidak diberi izin sama saya," katanya.
Dirinya akan melakukan pemanggilan kepada Kepala Cabang Bank Syariah untuk meminta menghentikan semua semua operasi bank emok di desanya. Jika memaksa untuk tetap bertahan, dirinya mengancam akan membuka laporan kepada pihak kepolisian. Karena, dengan melakukan perampasan kepada warga dengan alesan belum bisa membayar, selain tidak beretika, juga di sebut tidak manusiawi. "Jika tidak bisa, rerpaksa saya buat laporan aja kepada pihak kepolisian, karena sudah tidak manusiawi. Padahal warga saya sudah meminta tenggang waktu," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template