Pemasangan Listrik di Gedung Pemda Salahi Aturan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemasangan Listrik di Gedung Pemda Salahi Aturan

Pemasangan Listrik di Gedung Pemda Salahi Aturan

Written By Admin Raka on Sabtu, 03 Maret 2018 | 16.30.00

Pemerintah daerah harusnya bisa menjadi contoh dalam segala hal. Namun siapa sangka, diduga gedung yang ada di lingkungan perkantoran pemerintah daerah masih ada yang belum mempunyai sertifikat like operasi (SLO).
SLO sendiri merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh Lembaga Inspeksi Teknik yang ditunjuk Pemerintah untuk melakukan inspeksi kelaikan operasi atas instalasi listrik yang dipasang di bangunan pemohon listrik. Maka jika tidak ada SLOnya, gedung tersebut menyalahi prosedur pemasangan listrik.
"Dari sembilan gedung yang ada di lingkungan Pemda Karwanag, hanya satu gedung yang punya SLO," kata Eddy Djunaedy, Ketua Forum Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Karawang.
Dia menyebutkan, satu gedung yang sudah punya SLO itu adah gedung Asda I, sementara gedung lain seperti gedung kantor bupati, Asda II, termasuk rumah dinas bupati dan wakil bupati, serta gedung lainnya itu tidak punya SLO. Sedangkan gedung yang tidak memiliki SLO seharusnya tidak diperbolehkan mendapatkan aliran listrik. "Semua harus ada SLO nya, kalau tidak maka arus listrik tidak boleh masuk," tegasnya.
Menurutnya, itu merupakan contoh yang barurk bagi pemda Karawang. Karena setiap rumah warga yang akan dipasang arus listrik itu juga harus ada SLOnya, sedangkan kantor pemerintahan bahkan kantor orang nomor satu di Karawang tidak mengikuti aturan yang seharusnya.
Dasar hukumnya adalah Undang-undang Republik Indonesia No. 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan bahkan diperkuat oleh Keputusan Mahkamah Kontitusi pada September 2015. "Maka wajar jika gedung pemerintahan rentan terjadi kebakaran. Karena memang tidak ada SLO nya," ujarnya.
Sementara Kabag Umum Setda Karawang Yayat Hidayatullah membantah tudingan tersebut, karena menurutnya mayoritas gedung di lingkungan kesekretariatan daerah sudah memiliki SLO, hanya tinggal beberapa gedung saja yang belum. "Mayoritas sudah punya SLO, yang belum tinggal Aula Husni Hamid, itupun sudah dilakukan pengecekan," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, tidak mungkin ada aliran listrik di sebuah bangunan yang tidak memiliki SLO, karena SLO sebagai dokumen yang harus dipenuhi oleh kosnsumen PLN untuk mendapatkan aliran listrik. "Nggak mungkinlah nggak ada SLO nya, waktu saya jadi RT tahun 2015 saja itu sudah ada, terus di 2016 waktu Kabagnya Pak Ridwan ditambah (gedung yang di SLO kan)," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template