Pelajar SMP Bolos Dirazia - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelajar SMP Bolos Dirazia

Pelajar SMP Bolos Dirazia

Written By Mang Raka on Jumat, 23 Maret 2018 | 15.21.00

Dikejar Sampai Sawah, 20 Siswa Terciduk

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Puluhan siswa yang kedapatan tengah bolos di pemukiman warga sekitar SMPN 1 Lemahabang mendadak kocar-kacir begitu mengetahui kedatangan petugas gabungan yang akan menangkap mereka.
Akibatnya, petugas Satpol PP dan anggota Polsek Lemahabang harus mengeluarkan keringat lebih banyak untuk menggiring mereka ke kantor kecamatan. Meski ada sebagian yang berhasil lolos karena berlarian ke area pesawahan, namun petugas berhasil mengamankan 20 orang siswa SMP yang berseragam Pramuka itu.
Saat diciduk petugas, Kamis (22/3) pagi, para pelajar kelas IX itu tengah nongkrong di sejumlah warung. Ironisnya, Senin (26/3) lusa, mereka akan menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Namun begitu, saat ditangkap, sejumlah pelajar yang kalah cepat mengaku hanya jajan di warung. "Cuma jajan-jajan saja di warung juga. Kan jam istirahat, jadi gak apa-apa," kata salah seorang siswa kelas IX yang terjaring, Hlm.
Meski begitu, petugas tidak langsung percaya. Karena razia digelar pada jam belajar. Yang lebih memprihatinkan lagi, di tempat mereka nongkrong ditemukan pula bungkus obat batuk sachet, flash, serta pontung rokok, hingga minuman berenergi yang biasa disalahgunakan untuk dijadikan miras oplosan.
Kasie Trantib Kecamatan Lemahabang Indra Kelana mengatakan, selain merazia pelajar bolos, pihaknya juga mengingatkan para pemilik warung yang sering dipakai nongkrong anak-anak pelajar pada jam belajar. "Ada yang kita amankan langsung, ada juga yang lolos lari ke sawah. Kita sulit kejar karena faktor usia juga," selorohnya.
Pantauan Radar Karawang, para siswa yang berhasil dijaring petugas selanjutnya diangkut dengan menggunakan mobil pelajar dan kendaraan patroli milik Polsek Lemahabang ke kantor kecamatan. Di sana, mereka dikumpulkan di lapangan sambil didata. Selanjutnya anak-anak baru gede itu dipulangkan setelah dijemput orangtua masing-masing.
Indra juga mengatakan, seharusnya pihak sekolah segera menggiring mereka ketika kedapatan nongkrong di luar sekolah. Begitupun pemilik warung, diingatkanya agar ikut menggiring siswa begitu jam belajar dimulai. Jangan sampai, membiarkan siswa nongkrong agar dagangannya laku. Apalagi membiarkan mereka menghisap rokok, serta mengkonsumsi obat batuk yang dicampur dengan minuman berenergi. "Kita peringati siswa dan para pedagangnya. Jangan main-main saat melihat ada siswa bolos sekolah di jam belajar," tandasnya.
Selain menjaring siswa bolos, sore harinya petugas gabungan menyisir kontrakan di Desa Lemahabang, Karyamukti dan Kedawung. Para pendatang tersebut, kemudian dicek identitasnya secara detil untuk mencegah praktik mesum, perizinan yang tidak resmi dan ancaman terorisme.
Dari operasi yustisi itu, ada 10 penghuni kontrakan yang kedapatan tidak bisa menunjukkan identitasnya. Untuk sementara kata dia, para penghuni kontrakan tersebut dicatat dulu nama-namanya untuk kemudian ditindaklanjuti. Namun pihaknya tidak menemukan pasangan yang tidak resmi. Operasi dihentikan ketika hujan turun. Rencananya, aksi serupa bakal dilanjutkan hari ini. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template