Parah Pedangkalan Sungai Ciawitemen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Parah Pedangkalan Sungai Ciawitemen

Parah Pedangkalan Sungai Ciawitemen

Written By Angga Praditya on Selasa, 27 Maret 2018 | 14.15.00

TEGALWARU, RAKA - Penyempitan dan pendangkalan terjadi merata hampir disemua sungai yang melintasi Desa Kutalanggeng dan Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru. Akibat kondisi ini dikhawatirkan badan sungai tidak mampu lagi menampung debit air hingga akhirnya melimpas ke pemukiman warga melalui daerah-daerah aliran sungai masing-masing.
"Baru saja sebulan yang lalu, rumah di pemukiman kami kebanjiran. Airnya merendam rumah hingga setengah meter. Kami sudah berkali-kali meminta pemerintah bisa melakukan pengerukan agar sungai jadi dalam kembali," ungkap Rokayah (41) kepada Radar Karawang, Senin (26/3).
Dirinya membenarkan bahwa kondisi sungai dangkal akibat tertimbun material pasir dan tanah yang terbawa aliran air dari arah hulu sungai. Pernah satu tahun yang lalu, ungkap Rokayah, dilakukan pengerukan secara manual dengan cara swadaya masyarakat. Tetapi ketika hujan deras mengguyur material pasir kembali terseret aliran air hingga menyebabkan pendangkalan kembali. "Sungai Ciawitemen ini langganan meluap dan setiap kali itu juga kami pasti kebanjiran. Coba saja dasar sungainya tidak dangkal mungkin bisa menampung debit air dan tidak membanjiri kami," ucap Rokayah.
Ketika di konfirmasi terkait pendangkalan Sungai Ciawitemen, Camat Tegalwaru H. Mahfudin sedang ada rapat di Pemda. Kendati demikian Sekretaris Kecamatan H. Jumria. S. Sos. menuturkan Sungai Ciawitemen memang akan dilakukan pengerukan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk hal tersebut. Pengerukan itu sendiri akan dilakukan bersamaan dengan perbaikan Jembatan Ciawitemen.
"Proyeknya akan dikerjakan di tahun ini juga dan realisasinya kemungkinan di bulan Juli mendatang. Kami sudah mendapatkan informasi itu semua, dan sementara untuk mencoba membantu warga yang terdampak, kami pun sudah lakukan koordinasi agar bisa terbantu," ucap Jumria. Jumria mengakui luapan Sungai Ciawitemen memang besar dan selalu menyebabkan banjir. Hampir setiap turun hujan apalagi hujannya deras banjir dipastikan terjadi. Karena dia berharap setelah pendalaman nanti daerah itu sudah terbebas dari banjir.
Didi Supriadi (43) tenaga pendamping Desa Kutamaneuh, ketika mengantarkan Radar Karawang menyaksikan kondisi Sungai Ciawitemen sekarang ini mengatakan pendangkalan yang terjadi saat ini amat parah. Pendangkalan itu sudah terjadi berulang-ulang. Untuk itu, rencana pengerukan pun akan dilakukan bukan saja di hilir tetapi juga di hulu. "Kalau dari siteplannya pengerukan akan dilakukan dari hulu sampai ke situ Jungkur, karena aliran ini berakhir ke situ itu. Dan pada waktu dekat ini pelaksanaannya akan secepatnya dikerjakan, sekaligus memperbaiki jembatan juga. Karena selain usia jembatan yang sudah tua, lebar jembatan pun sudah tidak layak," pungkasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template