Ojek Pangkalan Blokir Jalan Tolak Ojek Online - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ojek Pangkalan Blokir Jalan Tolak Ojek Online

Ojek Pangkalan Blokir Jalan Tolak Ojek Online

Written By Admin Raka on Sabtu, 03 Maret 2018 | 12.15.00

KARAWANG, RAKA - Kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Karawang yang masih membiarkan transportasi online beroperasi, meski belum ada aturan yang jelas. Puluhan tukan ojek konvensional memblokir jalan Karangpawitan, Jumat (2/3) kemarin.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, awalnya beberapa tukang ojek di Karangpawitan mendatangi pangkalan ojek lainnya di seputar lapangan tersebut. Setelah itu, mereka pun memalangkan motornya di Jalan Raya Ahmad Yani beberapa saat. Kemudian, jumlah tukang ojek yang ikut dalam aksi itu bertambah menjadi puluhan orang. Mereka pun mencari pangkalan ojek lain ke wilayah Perumahan Karang Indah. Di sana, motor puluhan tukang ojek itu sempat membuat jalan macet. Beberapa diantaranya bahkan sengaja berhenti di tengah jalan. Dirasa sudah cukup menyampaikan maksud dan tujuannya kepada para tukang ojek lainnya, akhirnya mereka kembali ke Karangpawitan, dan berkumpul di depan minimarket dekat SMAN 3 Karawang.
Dalam pertemuan itu, Ketua Ojek Pangkalan Karangpawitan Saeful menyampaikan, jika aksi yang mereka lakukan adalah gerakan awal, agar Pemkab Karawang tidak berdiam diri melihat persoalan yang terjadi antara ojek konvensional dengan ojek online. Pemkab Karawang menurutnya harus bisa mengkaji keberadaan ojek berbasis aplikasi tersebut, karena hingga saat ini belum ada aturannya. "Sebelum datang online, seharusnya aturannya harus dibuatkan dulu. Jangan penyesuaian di Karawang," ujarnya kepada Radar Karawang.
Ia melanjutkan, jika situasi seperti ini terus dibiarkan pemerintah, dia khawatir akan terjadi aksi anarkis. "Kita disini damai, ojek pangkalan tidak pernah demo, dan gak minta macem-macem ke pemerintah. Jadi tolong pemerintah melindungi warganya yang berpenghasilan rendah. Jangan sampai dengan kita sudah berpenghasilan rendah, kemudian lahan mata pencariannya juga dicuri," tuturnya.
Dia dan rekan-rekannya hanya menuntut dan menolak tranportasi aplikasi online. Alasannya, ojek pangkalan saat ini mulai berkurang. "Pihak pemerintah harus bantu. Jangan ada saat kampanye saja. Sekarang pemerintah minta dibantu buat pembangunan, kita bayar pajak. Tapi usaha kita tidak dilindungi. Orang kaya menyerobot, jangan sampai dibiarkan dong," ujarnya.
Setelah menghasilkan kesepakatan diantara tukang ojek konvesional, yaitu menolak kehadiran ojek online dan menuntut pemerintah melindungi ojek konvensional, ratusan tukang ojek pangkalan itupun akhirnya membubarkan diri. Namun, tidak berapa lama kemudian, puluhan tukang ojek dari berbagai tempat di Karawang kota bermunculan mendatangi lokasi pertemuan. Mereka menanyakan kesepakatan yang sudah dibuat. Setelah diberi tahu informasi hasil kesepakatan oleh rekan seprofesi di Karangpawitan, mereka pun kembali ke pangkalannya masing-masing.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Arif Bijaksana Maryugo belum berhasil dihubungi. Pesan singkat yang dikirim belum berbalas. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template