Kondisi Habsy tak Berubah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kondisi Habsy tak Berubah

Kondisi Habsy tak Berubah

Written By Admin Raka on Rabu, 14 Maret 2018 | 15.30.00

JAYAKERTA, RAKA- Paska pulang dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Muhammad Hasby Jalu Palestin (5), anak ke-5 dari pasangan Edi (42) dan Masni (35), warga Dusun Cibenda, RT 11 RW 03, Desa Makmujaya yang di duga korban imunisasi difteri dari salah satu mantri di Puskesmas Jayakerta beberapa hari lalu, tak banyak menunjukan perubahan. Meskipun sudah 9 hari mendapat perawatan dari dokter, hingga saat ini kondisinya belum banyak yang berubah.
Jangankan untuk berlari, sekedar menggerakan tangannya pun butuh usaha keras yang diperlihatkan melalui kerutan diwajahnya saat balita tersebut diajak bercanda. Tentu saja kenyataan tersebut membuat kedua orang tua balita merasa khawatir, ditambah penanganan dokter saat mendapatka perawatan di nilai kurang maksimal.
Menurut ayah Hasby, Edi, ketika hendak di kasih obat, lanjut dia, tangan anaknya tersebut sedikit dapat menggerakan tangannya meskipun sedikit. Lantas, obat yang sudah disiapkan pun tak jadi diberikan. “Malam Jumat (2/3) anak saya di bawa ke RS Hasan Sadiki Badung tidak langsung diberi obat, karena pada saat itu hari libur, cuma infus aja di UGD. Malam Sabtu tengah malam mendapat kamar, hingga hari Selasa tidak ada satu obat pun yang masuk, saya emang gak ngerti sih masalah medis, tapi kok selama di sana gak pernah dikasih obat. Hanya dilakukan terapi dan di ambil cairan dari tulang belakangnya,” akunya, kepada Radar Karawang, Selasa (13/3) kemarin di kediamannya.
Hingga saat ini, dirinya masih berupaya untuk kesembuhan anaknya, berbagai macam terapi ia berikan rutin setiap pagi meskipun hanya di rumah. Ia mengaku masih penasaan akan penyakit yang di derita anaknya, karena ketika melakukan perawatan di RSUD Karawang higga RS Hasan Sadikin Bandung, ia mengaku tak pernah mendapat penjelasan yang terperinci. Bahkan pihak dokter terkesan menutup-nutupi hasil diagnosa anaknya. “Yang membuat penasaran itu sebelumnya anak saya tidak pernah mempunyai keluhan apa-apa, kalau dilihat dari lingkungan pun, tidak ada di kampung ini yang sebelumnya kena virus,” ucapnya.
Diungkapkan Edi, dirinya mengaku masih terpikir akan virus yang menyerang anaknya tesebut hingga menyebabkan kelumpuhan. Karena, dalam benaknya masih tetanam rasa ingin tahu. Dan tidak mungkin anak sesehat Hasby bisa menderita kelumpuhan setelah diimunisasi. Yang akhirya, Hasby kini hanya bisa tebaring lesu di pangkuan ibunya. “Kalau ibarat Hasby lagi berjalan di jalan A dan mendapat kecelakaan, gak mungkin saya harus mecari tahu di jalan B. Artinya saya masih penasaran setelah hasby di imunisasi,” ungkapnya.
Dirinya berharap kesembuhan Hasby seperti sediakala. Ia mengaku kangen dengan kelincahan Hasby sebelum diimunisasi. Pasalnya, usia Hasby yang ke-5 ini dinilai sedang lucu-lucunya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template