Kawasan Industri Tolak Siswa Prakerin - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kawasan Industri Tolak Siswa Prakerin

Kawasan Industri Tolak Siswa Prakerin

Written By Admin Raka on Jumat, 09 Maret 2018 | 15.15.00

MAJALAYA, RAKA - Sejak santer disebut sebagai kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara, tokoh masyarakat Karawang berjibaku membangun SMK untuk menjawab kebutuhan serapan tenaga kerja lokal. Namun, keberadaan SMK di Karawang nampaknya malah di dicueki pihak perusaaan, karena para siswa SMK yang mengharuskan Praktek Kerja Industri (Prakerin), justru kesulitan masuk PKL perusahaan-perusahaan yang jumlahnya ribuan dari belasan kawasan industri di kabupaten ini.
Pemerhati SMK, Andriyanto ST mengatakan, sejak keberadaan SMK di tahun 2008 sampai saat ini lulusannya masih saja terancam nganggur, karena baik Pemerintah maupun Dunia Industri masih kurang pro pada tenaga kerja lokal lulusan SMK. Hal itu harus diakui semua pihak, betapapun SMK sejauh ini menjadi lembaga yang bonafit di buru lulusan SMP karena sistem pembelajarannya yang menyeimbangkan antara teori dan aplikasi praktek.
Sayangnya, jangankan berbicara lulusan, regulasi SMK yang menuntit siswa melaksanakan Prakerin sesuai bidangnya diperusahaan juga masih dicueki, karena tidak jarang SMK ini sulit untuk bisa prakerin di perusahaan-perusahaan di Karawang sendiri. Padahal siswa PKL itu menguntungkan bagi perusahaan, selain menambah tenaga juga upah bayar bisa lebih efisien. "Jangankan soal lulusan, prakerin di PT saja sulit diterimanya," katanya.
Dunia SMK sebut Pria berdarah Palembang ini, ada tuntutan siswa Prakerin, sementara diperusahaan kon ada juga aturan larangan mempekerjakan anak dibawah umur. Dua aturan ini yang berbenturan dan harus di evaluasi pemerintah, karena kalau di telaah, siswa Prakerin itu bukanlah karyawan atau buruh yang dipekerjakan, tetapi masih ada ikatan dengan pembelajaran di sekolah. Untuk itu sambungnya, perusahaan di Karawang ini dimintanya membuka keran kepada semua anak-anak SMK di Karawang masuk Industri di prakerinnya, urusan lulus dipekerjakam atau tidak kedepan, itu adalah hak kualifikasi pihak perusahaan.
Di Purwakarta saja sebut Andry, ada PT Kinenta dan PT Bansu yang membuka Peakerin dengam baik, mengapa di Karawang tidak, hal inilah yamg membuatnya heran, jangankan masuk kerja, niat praktek saja sulit ditembus. Akibatnta, kompetensi keahlian harus praktek di instansi atau lembaga yang bukan garapannya. "Regulasinya harus di rubah, banyak siswa gak tembus prakerin di Industri di Karawang, jangankan kerja, praktek saja susah," sesalnya.
Andri menambahkan, Karawang tidak total membuka dunia Industri bagi siswa SMK, bukan saja saat lulus sekolah, tetapi juga saat menjadi siswa. Semoga saja, kedepam ada peluang untuk meperlonggar agar kiranya, perusahaan di Karawang bisa membuka Prakerin bagi dunia SMK di Karawang, karena jelas SMK itu memiliki kompetensi keahlian khusus yang di ulik. Sinergitas tersebut diperlukan agar tidak lagi SMK semakin banyak, tapi lulusannya di persempit masuk Industri yang juga semakin banyak. "Semoga kedepan ada peluang, keran dibuka mininal saat Prakerin saja," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template