Kades Cemaskan Rastra Jadi BPNT - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Cemaskan Rastra Jadi BPNT

Kades Cemaskan Rastra Jadi BPNT

Written By Admin Raka on Senin, 26 Maret 2018 | 17.45.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Tinggal satu kali lagi program bansos beras sejahtera (Rastra) digulirkan, karena terhitung April mendatang, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Karawang, bakal menerima distribusi program penggantinya yang dinamai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) via Kartu di e Warung yang ditunjuk. Herannya, sejumlah kades justru mencemaskan distribusi program baru tersebut tidak tepat sasaran dan cara pendistribusiannya memancing adanya polemik baru.
Kades Cilamaya Kuswaedi mengatakan setelah pengajuan penambahan KPM yang didorong Wakil Bupati belum mendapati lampu hijau di program Rastra, pihaknya juga masih khawatir kedatangan peogran BPNT sebagai penggantinya ini, seperti masa-masa zaman Bantuan Langsung Tunai (BLT). Karena khawatir tidak tercover semua masyarakat Miskin yang ada di Desanya.
Disisi lain, pihak bank dan Dinsos juga belum detail memberikan sosialisasi kepada para kades dan masyarakat. Termasuk soal e Warung dan persentasi standar keuntungan warung yang akan dijadikan tempat pengambilan dan transaksi BPNT. "Kita khawatir seperti BLT, karena selain beras kan juga ada sembako, sementara jumlah KPM juga belum merata," katanya.
Kades Tegalwaru Aruji Atmaja mengungkapkan peralihan Rastra ke BPNT tidak ada yang sulit sebenarya kalau data sedari awal jelas dan mengcover semua warga miskin. Hanya saja, perlu waktu sebut Aruji, untuk membiasakan kebiasaan program tersebut. "Kita cemas, karena menerapkan aturan itu kan perlu waktu, sementara waktu mepet sosialisasinya masih kurang detail," katanya.
Kades Rawagempol Wetan, H Udin Abdul Gani mengatakan, Pihak Bank yang ditunjuk yaitu BNI, Bulog dan Dinsos dimintanya untuk masif sosialisasikan peralihan Rastra ke BPNT. Baik soal data KPM, e Warung yang ditunjuk kemudian sistem distribusi dan jenis sembako yang akan diturunkan. Jika beras, yang tidak masuk KPM tetapi miskin masih dibagi rata, kemudian jika BPNT dengan satu pemegang kartu dan jenis sembako, apa yang bisa diandalkan untuk pemerataan.
April ini, sebut Udin, kartu BPNT mulai di distribusikan dengan isian Rp 110 ribu per bulan untuk dibelanjakan di e Warung. Dirinya juga balik khawatir, e Warung yang ditunjuk dengan standar 250 KPM Per satu e Warung ini bisa menimbulkan gejolak saat ketidakjelasan kriteria yang diajukan dan standar keuntungannya. "Kita cemas karena memang banyak yang belum dipahami, program sudah mepet pihak terkait masih belum masif mensosialisasikannya," katanya.
SEmentara TKSK Kecamatan Cilamaya Wetan, Iwan mengatakan, April ini BPNT resmi dibagikan kartunya, di Cilamaya Wetan. Jumlah penerimanya sama dengan jumlah KPM penerima Rastra. Para Kades harus melakukan sortir ulang penerima KPM ini jika masuk kepesertaan PKH juga. Tinggal saat ini, kades-kades mengajukan e Warung yang akan mendapat program.
BPNT ini seperti agen yang akan mendistribusikannya dengan syarat warungnya harus memiliki gudang penyimpanan beras, memiliki SKU dan NPWP dan Copy identitas lain untuk diajukan ke BNI sebagai e Warung, selebihnya menjadi urusan bank soal standar keuntungan dan lainnya. "Harus disiapkan dulu ajuan e Warungnya, lain-lain masih ada lanjutannya nanti ditindaklanjuti pihak terkait," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template