Kades Berburu Warung Demi Program BPNT - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Berburu Warung Demi Program BPNT

Kades Berburu Warung Demi Program BPNT

Written By Admin Raka on Rabu, 28 Maret 2018 | 17.15.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pengganti beras sejahtera (rastra) segera bergulir April mendatang. Sejumlah warung yang memiliki gudang beras dan sembako pun langsung diburu kepala desa untuk diajukan menjadi e Warung. Ada yang mengajukan sendiri, ada pula yang takut menerima program pendistribusian sembako via mesin ATM tersebut.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Lemahabang Zaenal, mengatakan di Lemahabang dari 11 desa sudah diajukan sebanyak 23 warung sembako ke BNI untuk kemudian diverifikasi kelayakannya. Sebab, satu e Warung ini akan melayani skala 150 - 250 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Semuanya, tidak ada warung yang bernaung dibawah kendali Bumdes, sebab warung-warung yang diajukan itu atas rekomendasi dan pemberitahuan Kepala Desa setempat.
Mengingat keuntungan laba dari e Warung jika mendapati program distribusi BPNT, Zaenal menyebut tidak signifikan ada warung berebut menginginkan program ini, malahan mayoritas warung justru ada yang tidak siap. Seperti soal tenaga kerjanya yang kurang maupun SDM nya, sehingga melayani 150-250 KPM ini khawatir tidak bisa di cover. Saat ini sambungnya, data ajuan dari Kecamatan sudah masuk, tinggal menunggu verifikasinya yang belum tahu informasi lanjutannya kapan, sebab ini baru pengajuan, layak atau tidaknya sejumlah warung yang diajukan, ada di BNI yang mengeksekusinya. "Kebanyakan pemilik warung takut tidak kepegang karena kurang tenaga kerjanya," katanya.
Ketua TKSK Kecamatan Cilamaya Wetan Iwan Badarudin mengatakan ada 6050 KPM penerima Rastra di Cilamaya wetan, jumlah itulah yang akan jadi penerima BPNT yang jenis sembakonya direkomendasikan hanya beras dan telur saja. Masing-masing desa, diajukan 3 sampai 6 e-warung BNI untuk kemudian diverifikasi, kebetulan di kecamatannya tinggal 1 lagi yaitu Desa Tegalsari. Selama sortir warung, tidak ada kendala yang berarti, hanya ada beberapa warung yang rebutan ingin menerima program BPNT sebagai distributor pangan dari pemerintah tersebut seperti di Desa Cikarang.
Bagi Iwan setiap warung yang memenuhi syarat seperti ada SKU, NPWP dan gudang berasnya juga aktif penjualan sembaki bisa saja diajukan lebih dari rekomendasi K
ades, namun yang eksekusi kelayakan tetap dari BNI nanti. Adalah sangat wajar sambung Iwan, warung ingin jadi tempat transaksi penyaluran sembako BPNT ini, sebab standirasi laba sudah jelas yaitu Rp 3 ribu per KPM, artinya dalam satu warung jika melayani 250 KPM, bisa meraup laba Rp 750.000 setiap bulan atau setiap BPNT itu turun, belum keuntungan jika e warung ini memanfaatkan usaha lainnya.
Terlepas dari hal itu teknis mesin gesek EDC di e warung ini dan cara distribusinya, nanti BNI yang akan mensosialisasikannya. "Pemilik e Warung dapat untung Rp 3 ribu per KPM, kalau sebulan bisa dapat laba Rp 750 ribuan. Wajar banyak warung yang ingin program ini," katanya.
Iwan menambahkan, selain harus disiapkan warung dan gudang alias yang benar-benar warung sembako yang sudah jalan, kartu BPNT juga siap didistribusikan April mendatang setelah BNI rampung verifikasi e Warungnya. Selebihnya, launcing transaksi BPNT di EDC e Warung akan digelar akhir April mendatang. Ia berharap, sebut Iwan, semuanya berjalan lancar, karena BPNT ini alokasinya jelas untuk warga miskin baik PKH maupun non PKH. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template