Ekskul Dihapus, SPP Kembali Berlaku - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ekskul Dihapus, SPP Kembali Berlaku

Ekskul Dihapus, SPP Kembali Berlaku

Written By Admin Raka on Sabtu, 10 Maret 2018 | 17.00.00

Dampak Penghapusan Dana PMMS

KLARI, RAKA - Sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Karawang terpaksa kembali melakukan penerapan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) setiap bulannya ke siswa. Pasalnya usai dihapuskannya dana Peningkatan Managemen Mutu Sekolah (PMMS) bukan hanya merugikan sekolah tetapi juga membuat berbagai kegiatan siswa di sekolah dihapuskan.
Seperti yang dialami oleh SMK Industri Mandiri Kosambi, Muslih bagian kesiswaan mengaku, bahwa ada puluhan esktrakulikuler di sekolah yang dihapuskan karena minimnya anggaran bantuan dana sekolah. Terlebih setelah dihapuskannya dana PMMS dari pemerintah Kabupaten Karawang. "Banyak eskul yang sudah dihapus di sekolah, karena tidak ada anggaran untuk kegiatan siswa," ungkapnya.
Menurutnya meski pengelolaan sekolah tingkat SMA/SMK sudah beralih ke provinsi seharusnya dana bantuan dari pemerintah Kabupaten Karawang tidak dihapuskan. Karena tetap saja kata dia, anak asli daerah Karawang yang merasakan kesulitannya. "Anak-anak Karawang loh yang sekolah, nggak semestinya dihapuskan juga," tuturnya.
Selain itu, pihak sekolah juga terpaksa harus kemabli melaksana iuran SPP yang dilakukan setiap bulannya. Sebab, jika hanya mengandalkan dana BOS dari pusat tidak akan cukup untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. "SPP kalau disini sudah diaktifkan lagi, Rp 50 ribu perbulan," terangnya.
Tidak mudah juga bagi dia untuk kembali melakukan iuran SPP setiap bulannya kepada siswa maupun orangtua siswa. Karena, dimata masyarakat dulu program SPP sudah mulai dihapuskan. "Kebali melaukan program yang sudah dihapus itu resikonya sama orangtua siswa, kaya SPP untungnya kita tidak terlalu mahal hanya Rp 50 ribu dan itu disesuaikan dengan kesanggupan orangtua siswa juga," jelasnya.
Dirinya berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Karawang bisa mengerti kondisi sekolah tingkat SMA/SMK bahwa dengan pencabutan dana PMMS banyak berdampk buruk terhadap sekolah dan kegiatan siswa di sekolah. "Kalau bisa diadakan lagi dana PMMS," harapnya.
Hal serupa juga disampikan oleh perwakilan salah satu siswa, Zenden mantan ketua OSIS SMK Industri Mandiri Kosambi mengaku, bahwa dengan hilangnya beberapa esktrakulikuler siswa di sekolah membuat siswa tidak bisa melakukan pengembangan minat bakatnya di sekolah. "Kita jadi hanya sekolah saja belajar mata pelajaran, tidak ada nilai lebih di luar jam kegiatan belajar mengajar di kelas," pungkasnya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template