Dishub Didesak Tertibkan mobil Online - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dishub Didesak Tertibkan mobil Online

Dishub Didesak Tertibkan mobil Online

Written By Admin Raka on Kamis, 29 Maret 2018 | 17.30.00

Sopir Angkot 17 Mogok Narik 3,5 Jam 

KARAWANG, RAKA - Angkutan kota nomor 17 Trayek Terminal Tanjungpura - Klari mogok narik, Rabu (28/3). Mereka memarkir kendaraan di terminal Tanjungpura dan meminta pemerintah daerah memperjelas status mobil berbasis online yang kini marak di Karawang. Meski berlangsung hanya 3,5 jam namun aksi tersebut sempat memaksa pejabat Dishub dan Polsek Kota bernegosiasi dengan para sopir.
Berawal dari pihak angkutan trayek nomor 17 yang ingin menayakan kepada kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub), dimana akan adanya tindakannya akan keberadaan tranportasi berbasis onlen di Karawang. Sebelumnya para sopir angkot nomor 17 sempat mempertanyakan tindakan pihak kepolisian dan dishub menyikapi operasi mobil online tersebut.
Mereka menilai keberadaan mobil online itu telah mengurangi pendapatan mereka karena begitu mudahnya masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi tersebut. "Kita cuma kumpulan dan ingin jawaban.  Jangan sampai kami yang berbadan hukum dengan usaha kecil selalu diinjek dengan adanya mobil online ini," ujar Ketua angkot 17, Asep Muhidin, kepada Radar Karawang, Rabu (28/3).
Asep menambahkan pertemuan mereka dengan perwakilan Polsek Kota dan Dinas Perhubungan sama sekali belum memuaskan. Jawaban yang diharapkan tetap tidak mereka dapatkan. Karenanya, meski akhirnya membubarkan diri dan kembali menarik kendaraan masing-masing mereka tetap menunggu jawaban polisi dan Dishub. "Dishub dan kepolisian mestinya menindak mobil online yang legalitasnya belum jelas," ujarnya.
Asep mengatakan saat ini jumlah angkutan kota nomor 17 totalnya mencapai 100 unit. Pihaknya menginginkan dengan adanya pertemuan yang dilakukan bisa sesegera mungkin mengambil tindakan, agar hal-hal tidak terjadi gesekan di lapangan. "Tolong dipercepat penindakan, kalau bisa Pemda berikan solusi terbaik yang berlandasakan UU, agar dilakukan secepatnya," paparnya.
Sementara Wakapolsek Karawang Kota AKP Syafari menyampaikan pertemuan yang dilakukannya dengan para sopir angkutan kota untuk memberikan solusi yang pasti dengan adanya kejadian yang dikabarkan membuat ketidak nyaman sopir angkot. "Ini merupakan langkah yang menjadi pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. Karena grab yang ada dikabarkan melanggar aturan. Mereka masuk ke terminal angkutan umum untuk mengambil penumpang angkutan umum di sekitaran termial," ujarnya.
Secara terpisah, Kadishub Arief Bijaksana Maryugo menyampaikan, jika saat ini sudah ada pengusaha yang mengajukan izin angkutan online ke provinsi Jawa Barat sebanyak 50 unit, namun sampai hari ini prosesnya belum selesai. "Secara fakta angkutan online (AOL) di Karawang memang sudah ada. Tetapi secara data karena AOL tersebut belum resmi kami belum memiliki datanya," paparnya, seraya menyebutkan, jika kuota untuk wilayah Karawang untuk AOL (Angkutan OnLine) sebanyak 417 unit dengan ketentuan pada tahun pertama hanya maksimal 60 persen. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template