DAS Cikumpeni Jadi Dangkal, Akibat Sampah, Warga Khawatir Jika Hujan Terus Air akan Meluap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DAS Cikumpeni Jadi Dangkal, Akibat Sampah, Warga Khawatir Jika Hujan Terus Air akan Meluap

DAS Cikumpeni Jadi Dangkal, Akibat Sampah, Warga Khawatir Jika Hujan Terus Air akan Meluap

Written By Admin Raka on Senin, 26 Maret 2018 | 14.00.00

TEGALWARU, RAKA - Warga Kampung Mariuk Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru mendesak agar saluran air Cikumpeni di wilayahnya diturap. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi banjir musim hujan mendatang. Apalagi selama ini banjir di sungai itu kerap merendam lahan persawahan hingga mengakibatkan gagal panen.
Data yang dihimpun Radar Karawang, Minggu (25/3) menyebutkan, drainase saluran air sepanjang 200 meter tersebut menjadi saluran penting ke saluran sungai besar Cigeuntis. Sebelumnya jika memasuki musim hujan sungai tersebut meluap dan merata hingga Daerah Aliran Sungai (DAS) yang membelah Kampung Mariuk, hingga menyebabkan banjir.
Sebetulnya DAS itu cukup dalam, namun karena dipadati sampah jadi dangkal. Kondisi ini yang membuat saluran air itu tidak mampu menampung debet air limpasan Sungai
Cikumpeni yang menjadi titik pertemuan dengan Sungai Cigeuntis hingga meluap dan menggenangi persawahan warga. "Kami berharap pemerintah bisa membangun penahan tanah disisi saluran air guna memperkuat badan jalan agar bantaran daerah aliran sungai tidak mudah tergerus air," Ucap tokoh masyarakat Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana, H. Abas (54) kepada Radar Karawang, Minggu (25/3) pagi.
Dikatakan Abas, jika dibiarkan terus seperti itu maka pinggiran saluran air atau bahu sungai lama-lama akan habis tergerus air dan mengakibatkan longsor. "Tanpa turap tersebut maka lama-kelamaan tanah saluran air akan tergerus dan badan saluran akan melebar, sehingga lebih memudahkan air tumpah ke persawahan sehingga mengganggu tanaman padi. Kalau saja sudah panen, itu agak lebih baik, tapi saat padi tengah berkembang bisa merendam dan membuat padi jadi gagal panen," tandas Abas.
Senada itu, Jaka (33) juga warga Kampung Mariuk menambahkan, kondisi saat ini bahu sungai yang berada di belakang rumah warga seperti rumahnya terus mengalami pengikisan. Penyebabnya karena derasnya arus air setiap kali hujan turun, sementara bibir DAS hanya berupa tanah lembek yang mudah tergerus. "Kalau dibiarkan saja maka khawatir rumah kami tergerus juga oleh derasnya air. Itulah sebabnya kami berharap dibangunkan turap agar rumah warga yang berada persis diatas badan saluran tidak ikut tergerus," ucapnya. Jaka pun menyebutkan warga kampung sudah berkoordinasi dengan pihak desa.
Hal yang sama diungkapkan Akim (43) warga lainnya, kalau saluran air yang merupakan DAS Sungai Cikumpeni yang membelah bukan saja kampung Mariuk  tetapi juga Cipeuteuy dan Loji Kidul juga. Saat ini ada sejumlah titik sepanjang saluran air tersebut mengalami rawan longsor. Namun dari titik-titik tersebut paling parah yang berada di Kampung Mariuk. 
"Memang peran dana desa di wilayah kami cukup baik terserapnya, bahkan pembangunan di desa kami juga lancar. Namun karena ini merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai seharusnya lembaga yang ada di Jawa Barat itupun ikut bertanggung jawab agar pembangunan turap bisa secepatnya dikerjakan," tandas Akim.
Sementara, Kepala seksi Kesejahteraan dan Sosial Kecamatan Tegalwaru H. Asep Ghozal Somantri SP, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, melalui pesan singkat menyampaikan Kepala Urusan Kemasyarakatan Desa Mekarbuana sudah membuat proposal untuk pembangunan turap tersebut. Mudah-mudahan akan secepatnya di bangun turap guna antisipasi banjir. "Pangajuannya sudah, tinggal menunggu realisasinya bahkan di musrembang kemarin pun sudah dimasukan dalam draft dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dikerjakan," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template