Bocah SMP Melahirkan, Pacar Menghilang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bocah SMP Melahirkan, Pacar Menghilang

Bocah SMP Melahirkan, Pacar Menghilang

Written By Admin Raka on Sabtu, 24 Maret 2018 | 12.00.00

Tutupi Kehamilan 8 Bulan

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Nasib kelam dialami bocah asal Kecamatan Lemahabang berinisial NS. Di usianya yang masih sangat belia, bocah perempuan ini harus menjadi ibu tanpa seorang suami yang belum diketahui di mana rimbanya.
Bahkan selama delapan bulan kehamilannya, remaja berusia 14 tahun tersebut masih aktif sekolah di bangku SMP. Namun ia harus menanggalkan statusnya sebagai pelajar setelah ketahuan hamil oleh pihak sekolah. Kini, nasi sudah jadi bubur. Jumat (23/3) kemarin, NS akhirnya melahirkan bayi perempuan dengan cara caesar di RSUD Karawang.
Mewakili pihak keluarga, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Pulomulya Misbah mengatakan, NS sama sekali tidak dicurigai sedang hamil. Namun, di usia kandungan 8 bulan, orang tua NS sempat menanyakan perawakan anak pertamanya itu yang nampak gemuk. Sayangnya sang ibu masih belum tahu kalau NS hamil. "NS selama ini lebih sering menginap di rumah neneknya, bahkan terus aktif bersekolah (saat hamil)," ungkap Misbah kepada Radar Karawang di RSUD Karawang.
Hanya saja sebut Misbah, NS mulai sering tidak masuk sekolah sebulan terakhir hingga akhirnya mengaku hamil dan melahirkan. "Bapaknya gak tahu. Yang jelas selama 8 bulan gak ada yang curiga, karena masih aktif sekolah. Baru sebulan terakhir sering absen," katanya.
Kades Pulomulya Odang Akrab mengatakan, NS adalah warganya yang belum memiliki KTP elektronik. Sementara ibunya, sudah menikah 3 kali sehingga administrasi kependudukannya sempat membuat repot. "Februari berhenti sekolah. Tinggal dengan neneknya. Soal siapa yang menghamili, kita juga belum tahu," ujarnya.
Camat Lemahabang Hamdani mengatakan, orang tua NS sempat meminta dibuatkan administrasi kependudukan, seperti kartu keluarga dan KTP elektronik, namun usia anaknya masih di bawah umur. Atas saran bidan, NS yang harus segera ditolong dibuatkan surat keterangan tidak mampu dulu dan menggunakan Jampersal atau jaminan kelahiran dengan mengatasnamakan orangtuanya. "NS ini masih di bawah umur, belum punya e-KTP maupun data kependudukan lain. Dia akhirnya diarahkan ke RSUD Karawang untuk diurus persalinannya bersama bidan, PSM dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), yang terpenting si anak selamat dulu, betapapun harus dengan operasi caesar," ujarnya.
Dia melanjutkan, saat mengurus segala sesuatunya, dia sempat ditanyakan identitas laki-laki yang menghamili NS. Kabar yang diterima Hamdani, masih berada di Bogor dan aslinya masih orang Lemahabang. Namun pembuktiannya harus dengan tes DNA. Persoalan ini, dia serahkan kepada pihak keluarga. "Kita belum tahu siapa yang menghamilinya, urusan itu jadi internal keluarga. Kita fasilitasi saja soal persalinannya dan data-data kependudukannya saja," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Lemahabang Samsudi mengatakan, NS pernah bersekolah di sekolah yang dipimpinnya, namun saat ini sudah keluar. "Sudah keluar sekolah, gak ada di sekolah lagi," katanya.
Dia melanjutkan, sejak bulan Januari, pihak sekolah sudah melihat NS bergelagat kurang baik. Kemudian dipanggil oleh wali kelas dan seorang guru, namun belum menemukan data apa-apa. Setelah bulan Februari, siswi kelas VIII itu tidak masuk selama 6 hari. Pihak sekolah akhirnya mengadakan kunjungan ke rumahnya, kebetulan ada staf SMPN 1 Lemahabang yang rumahnya berdekatan. "Setelah ada kunjungan, pihak keluarga mengatakan untuk pengunduran diri NS," ujarnya.
Tidak berapa lama dari pengunduran diri itu, kata Samsudi, pihak sekolah menandatangani surat keterangan pengunduran diri hitam di atas putih. "Sejak tanda tangan berhenti, resmi bukan siswi kami lagi, mohon ini diklarifikasi," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template