Bocah Asal Kepuh Hanyut Hingga ke Pedes - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bocah Asal Kepuh Hanyut Hingga ke Pedes

Bocah Asal Kepuh Hanyut Hingga ke Pedes

Written By Admin Raka on Jumat, 09 Maret 2018 | 14.30.00

PEDES, RAKA-Nasib nahas menimpa Alfikri, bocah berusia 3 tahun asal Dusun Kepuh Kelurahan Karangpawitan Kecamatan Karwang Barat. Jasadnya di temukan mengambang tak bernyawa di sela-sela eceng gondok oleh penjaga pintu air di Dusun Langseb, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes. Diduga, korban terpeleset jatuh ke dalam saluran irigasi dari tempat buang air besar (Jamban) yang pada saat itu arus air sedang dalam keadaan sangat deras. Korban dinyatakan tenggelam sekitar pukul 13.30 saat buang air besar disaluran irigasi Kepuh (KW 6) Kelurahan Karawangpawitan, setelah orang tuanya, Karya, melapor kepada pihak Tagana Karawang, Selasa (6/3) lalu.
Menurut Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Pedes, AKP Suyitna, dirinya telah menerima laporan dan membenarkan dengan adanya kejadian penemuan mayat anak-anak yang mengambang bersama tumpukan eceng gondok, di saluran irigasi Cilegok, Dusun Langseb, Kecamatan Kertaraharja. “Tadi pagi sekitar jam 10.00 saya ke lokasi kejadian, mayat anak tersebut ditemukan penjaga pintu air bersama tumpukan eceng gondok di jembatan bambu,” katanya, kepada Radar Karawang, Kamis (8/3) kemarin.
Bersama Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, Zhadoel, Rapi, Pemerintah Kelurahan Karangpawitan dan PMI, korban dievakuasi dan langsung di bawa ke RSUD Karawang untuk divisum.
Menurut warga Langseb, Jaja Abdullah (27), awalnya dirinya tidak mengetahui alasan warga berkerumun di saluran irigasi yang berada di jalan sepi sawah tersebut. Namun, setelah melihat ke tempat kejadian perkara (TKP), sempat kaget juga karena apa yang di lihatnya sesosok mayat anak-anak yang sudah mengambang bersama tumpukan eceng gondok di jembatan bambu.
 Dirinya juga merasa aneh, kurang lebih 25 kilo meter tempat tinggal mayat anak tersebut, bisa nyangkut di irigasi yang salurannya kecil. Mengingat, keadaan air memang dalam keadaan tenang dan tidak sempat mendengar kabar adanya anak tenggelam. “Ya kaget, kalau secara logika gak mungkin ke sini, karena alirannya juga gak terlalu besar. Tapi buktinya seperti ini,” ujar Jaja. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template