Biaya Angkut Sampah Rp 30 Ribu/Kubik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Biaya Angkut Sampah Rp 30 Ribu/Kubik

Biaya Angkut Sampah Rp 30 Ribu/Kubik

Written By Admin Raka on Jumat, 09 Maret 2018 | 16.00.00

KARAWANG, RAKA - Biaya sebesar Rp 30 ribu per meter kubik yang dikenakan kepada masyarakat terhadap jasa angkut sampah di lingkungan pemukiman perlu disosialisasikan. Sebab, sampai sekarang masyarakat masih beranggapan pengangkutan sampah tetap dikelola secara gratis Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
Sosialisasi itu dinilai perlu dilakukan menyusul beredarnya informasi kalau pungutan biaya angkut sampah yang dipatok lebih Rp 30 ribu per kubik. Karenanya, DLKH pun meminta supaya masyarakat proaktif untuk mempertanyakan biaya itu kepada petugas.  "Saya baru tahu infonya, biayanya betul 30 ribu per kubik. Jika ada yang memungut melebihi itu harap dilaporkan," ujar Kepala Bidang Kebersihan DLHK Karawang, Nevi Fatimah, Kamis (8/3).
Nevi sendiri tidak menampik adanya oknum yang bermain dalam pengelolaan sampah di Karawang, hingga meminta biaya angkut melebihi yang ditentukan. "Biaya pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang hanya sebesar 30 ribu per meter kubik. Karenanya, jika ada yang membayarnya melebihi biaya yang ditetapkan itu harap untuk melaporkannya ke DLHK," tegas Nevi.
Masih dikatakan Nevi, sebelumnyapun pihaknya memang telah menduga akan adanya ulah oknum yang bermain di dalam pengelolaan sampah, setelah menyerahkan pengelolaan sampah ke pihak ketiga. Makanya, setelah temuan itu, terang Nevi, perlu dilakukan penegasan agar oknum yang bermain dengan sampah itu jera dengan ulahnya. "Jika ada yang bermain main dalam biaya retribusinya, silahkan laporkan kita akan tindak tegas," ujarnya.
Dikatakan Nevi, pihaknya akan memastikan jika adanya oknum yang bermain dalam pengelolaan sampah ke Jalupang, itu akan mendapatkan sanksi kejutan dari DLHK. "Retribusi sampah sudah diatur dalam perda retribusi jasa umum no 6 tahun 2016, sanksinya juga ada," ujarnya.
Lanjut Nevi, pihaknya mengingatkan masyarakat jika ada yang diketahui melawan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar melaporkan dengan bukti minimal di foto agar penindakan terhadap oknum itu bisa dilakukan secepatnya. "Kita akan tegur, dan saya sudah mencurigai ada beberapa oknum yang bermain di wilayah 1 Karawang," paparnya. (apk)

Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template