Bendaharan PBB Diimingi Honor Rp 1,5 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bendaharan PBB Diimingi Honor Rp 1,5 Juta

Bendaharan PBB Diimingi Honor Rp 1,5 Juta

Written By Admin Raka on Kamis, 29 Maret 2018 | 19.30.00

TELAGASARI, RAKA - Setelah banyak keluhan karena setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) macet akibat ketiadaan honor, para Bendahara PBB disuguhi informasi menggembirakan. Bapenda menjanjikan pengadaan honor petugas PBB hingga mencapai Rp 1,5 juta per bulan.
Koordinator PBB Kecamatan Telagasari, Engkos Kosasih mengatakan, di Kecamatannya meskipun sempat juara 2 terbaik setoran PBB tingkat Kabupaten di tahun 2016 lalu, saat ini anjlok di peringkat 7 terbaik. Namun pemasukan pajak penyumbang PAD itu sebutnya, tetap dalam jumlah stabil diatas 50 persen. Apalagi, faktor pemicu turunnya pemasukan itu akibat ketiadaan honor bagi para bendahara PBB di 2 tahun terakhir, termasuk alasan hasil panen yang kurang baik musik kemarin, khusuanya di tiga desa yaitu Cariumulya, Cilewo dan Talagamulya.
Bahkan, sebut Engkos, saat tutup buku yang penandatangananya disaksikan orang Kejaksaan kemarin itu, ada juga Bemdahara PBB yang mengakui menggunakan uang setoran untuk kepentingan pribadinya dengan jumlah Rp 4 jutaan, sampai-sampai sebut Engkos, dibuatkan surat pernyataan pengembalian hutangnya tersebut dalam tempo yang sudah ditetapkan. "Gara-gara tidak ada honor, ya anjlok pemasukannya, bahkan ada yang sampai terpakai uang setorannya," katanya.
Lebih jauh Engkos menambahkan, banyaknya keluhan dan protes, membuat Bapenda saat tutup buku diwakili pejabatnya bernama Santi, sempat menjanjikan Bendahara PBB ini sedang diupayakan Pemkab untuk pengadaan kembali honornya, dari Rp 750 ribu per bulan ditahun 2015, menjadi Rp 1,5 juta per bulan. Tapi, itu masih wacana saja yang bisa menjadi harapan palsu.
Sebab, belajar dari pengalaman sebut Engkos, semua bendahara PBB sempat di SK kan untuk memilai antara Bendahara PBB dan Bemdahara Desa berikut honornya, namun justru Bendahara PBB tidak mendapat honor yang dimaksud dua tahun terakhir. "Semoga saja, apa yang diungkapkan saat tutup buku adalah benar adanya untuk mensejahterakan bendahara PBB, darimanapun sumber anggarannya. "Walau masih wacana tapi memacu semangat rekan-rekan, semoga bukan PHP," katanya.
Jika para Bendahara semangat, sambung Engkos, pemasukan PBB diharapkannya bisa lebih lancar. Betapapun pemberlakuan denda bagi Wajib pajak 2 persen jika lewat 30 September. Kadang-kadang tidak jera, bahkan sering tekor karena menggunakan uang pribadi untuk menutupi setoran. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template