Belajar Bertani Palawija dari Dunia Maya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Belajar Bertani Palawija dari Dunia Maya

Belajar Bertani Palawija dari Dunia Maya

Written By Admin Raka on Senin, 26 Maret 2018 | 15.45.00

RAWAMERTA, RAKA- Banyak cara dilakukan untuk memulai sesuatu yang baru, salah satunya dengan berselancar di dunia maya, seperti yang dilakukan Zafar Sidik (30), warga Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, yang mencoba bereksperimen dan beralih tanam ke tanaman palawija hasil berselancar di dunia maya.
Saat ini Zafar mencoba beberapa varian tanaan palawija jenis kangkung, pakcoy dan brokoli yang menggunakan media hidrophonik. Selain berfokus mengelola tanaman, saat ini dirinya mengaku masih dibingungkan dengan perhitungan laba dan pengeluaran yang harus dikeluarkan. “Dikitakan sudah terbiasa dengan menana padi, saya mau coba terlebih dahulu tanam palawija di lingkungan rumah. Meskipun masih menggunakan media hidroponik, tentunya perlu perhitungan yang matang supaya nantinya gak rugi. Kalau memang berhasil di media hidropoik, ya  saya akan teruskan ini,” ujar pria beranak satu ini, kepada Radar Karawang, seraya menunjukan hasil tanam media hidroponik yang rencananya akan dikembangkan.
Mulai dari alat pengukur PH air, netpot, dan berbagai jenis obat lainnya telah dipersiapkan. Namun, untuk skala kecil yang diujicobakan, dirinya masih menggunakan steorofoam serta baru mencoba 3 jenis tanaman palawija yang dinilai mudah untuk ditanam, dan banyak  diminati masyarakat. Seperti kangkung, pakcoy, dan brokoli. Selanjutnya, setelah uji coba pertama berhasil, dirinya akan mencoba melangkah ke tanaman lainnya sambil memperhitungkan sedetail mungkin keunggulan dan kelemahan tanaman yang telah ditanamnya tersebut.
Dilanjutkannya, tanaman padi memang menjadi ikon Kabupaten Karawang yang mempunyai gelar sebagai lumbung padi Jawa Barat. Namun, jika  tanaman palawija dinilai lebih menghasilkan, apa salahnya di coba dan diterapkan di lingkungannya sendiri. Apalagi, tanaman padi saat panen sebelumnya telah mengecewakan banyak petani. “Kalau emang lebih menguntungkan, apa salahnya dicoba,” ucapnya.
Dirinya mengaku mendapat pelajaran tersebut hasil berselancarnya di dunia maya, dan mempraktekannya langsung  meskipun tanpa bimbingan. Belum ada hasil memang, namun untuk sementara perkembangan dan pertumbuhannya cukup membuatnya puas. “Belum lama, baru dua minggu ini. Tapi lumayan perkembangannya ada dan cukup memuaskan meskipun belum menghasil uang. Yang penting uji coba dulu dan bisa melihat hasilnya,” tutup Zafar. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template