Bayi Malang Calista Meninggal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bayi Malang Calista Meninggal

Bayi Malang Calista Meninggal

Written By Admin Raka on Senin, 26 Maret 2018 | 14.30.00

Sinta Terancam 10 Tahun Penjara

KARAWANG, RAKA - Akhirnya bayi malang Calista Milena (1,3) korban penganiayaan yang sempat lama koma di RSUD Karawang, menghembuskan napas terakhirnya, Minggu (25/3) sekitar pukul 09.55 WIB, justru setelah polisi berhasil menetapkan pelaku penganiaya, yang ternyata ibu kandungnya sendiri, Sinta Novianti (27), warga Jatirasa Barat, Kecamatan Karawang Barat.
Kapolres Karawang AKBP Hendy F kurniawan sendiri langsung menyerahkan jenazah Calista dengan cara menggendongnya dari RSUD ke pihak keluarga. "Saya sendiri yang mengantarkan ke rumah kakeknya," ujar kapolres kepada Radar Karawang.
Disinggung mengenai status hukum yang dikenakan terhadap Sinta pasca penetapannya sebagai tersangka, kapolres mengatakan masih terus melakukan pendalaman. Termasuk motif mengapa Sinta sampai tega menganiaya anak kandungnya sendiri. "Banyak hal diluar predikasi yang menjadikan Sinta berbuat seperti itu. Mulai dari faktor pernikahannya, kelahiran Calista sampai persoalan ekonomi," jelas Kapolres Hendy.
Saat ini kata Hendy, pihaknyapun sudah bisa membuktikan jika pelakunya adalah ibunya sendiri, tapi ibunya itu memiliki banyak faktor yang mendorong jika yang bersangkutan dalam keadaan tertekan melakukan kekerasan terhadap bayinya. "Saya mencoba untuk mengajak masyarakat, bahwa sebagaimana prinsip hukum adalah langkah terakhir walaupun kita sudah melakukan proses hukum. Saya akan mencoba mengajak diskusi dengan pihak kejaksaan dan bupati, dan tadi sudah menyambut baik usulan yang saya gagas bahwa kita coba melakukan pendekatan lain terhadap sinta," ujarnya.
Kata Hendy, pihaknya akan mencoba membantu dari sisi-sisi lain, sehingga ini menjadi proses pembelajaran, dan pihaknya berharap kepada masyarakat agar ini tidak
terjadi lagi. "Yang bersangkutan menyesali perbuatannya, alangkah naifnya kita sebagai manusia kemudian kita menjerumuskan ibu sinta ke proses hukum. Saya mencoba membuat terobosan hukum bahwa terhadap kasus ibu sinta ini kita selesaikan diluar pengadilan," ujarnya.
Ditambahkan kapolres terhadai bayi malang Calista juga dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Tetapi terkait kasusnya ditambahkan di ayat (3) pasal 180 UU Perlindungan Anak dan ancamannya 10 tahun penjara. "Saya sudah bicara dengan ibu bupati kalau ibu sinta yang telah kehilangan bayinya, setelah perbuatannya itu apakah proses hukum masih layak kita terapkan kepada yang bersangkutan," ujarnya.
Tidak sampai disitu, kapolres malah mengingatkan masyarakat agar peduli terhadap tetangga. Jangan cuma diam jika menyaksikan ada kejanggalan terhadap tetangganya dan melakukan koordinasi dengan aparat keamanan di wilayahnya. Jadi jangan cuma menyalahkan tetapi berilah solusi di lingkungan masing-masing. 
Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyampaikan, kejadian ini menjadi tugas semua pihak, agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik, seorang ibu dan ayah yang menyayangi anaknya, dan ini menjadi hal pembelajaran bagi semuanya. "Tekanan diri seseorang itu mampu melakukan hal diluar akal sehat kita, ini menjadi keprihatinan bagi kami," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template