Banjir karena Warga Malas Kerja Bakti - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banjir karena Warga Malas Kerja Bakti

Banjir karena Warga Malas Kerja Bakti

Written By Angga Praditya on Rabu, 28 Maret 2018 | 16.30.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Buruknya drainase di Kabupaten Karawang masih menjadi keluhan, tanpa terkecuali warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur. Hampir setiap turun hujan, jalan di depan Perum Peruri di wilayah desa itu selalu banjir. Seperti terjadi Selasa (26/3) banjir setinggi betis orang dewasa merendam badan jalan itu.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang sekitar lokasi yang terendam banjir merupakan kawasan bisnis di lokasi itu. Selain lingkungan pertokoan sepanjang  lokasi terendam banjir itu juga banyak pedagang pakaian kaki limanya. Hanya saja, karena lapak pedagang dan pertokoannya berada di atas trotoar sehingga air tidak sampai menyentuhnya.
"Tadi itu hujan deras jadi banjirnya setinggi ini, kalau hujannya kecil paling cuma genangan air. Kalau ini masih lumayan bisanya kalau hujannya deras sekali banjirnya naik sampai trotoar dan merendam kios-kios pedagang di sepanjang jalan di depan Perum Peruri ini," ucap Yendri (30) pemilik kios baju di pinggir jalan itu.
Yendri menilai banjir itu terjadi karena buruknya saluran air di lingkungan tersebut. Sayangnya lagi, kesadaran warga pun masih minim untuk membersihkan saluran air itu dari sampah dan lumpur yang mengendap yang mengakibatkan pedangkalan. "Saluran air ini hampir setiap waktu meluap tetapi sampai sekarang belum ada tindakan dari pemerintah setempat untuk mengupayakan membersihkan saluran air dari sampah dan lumpur," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Diana Sofianti (24) pengendara motor yang saat itu meminggirkan motornya sebelum menerobos banjir. Menurut karyawan perusahaan di Kawasan industri KIIC yang mengendarai motor matik ini, akibat banjir di Jalan Raya Perum Peruri tersebut, dia terpaksa melepas sepatunya karena khawatir basah terkena air.
“Saya mau berangkat kerja karena shift dua, terpaksa sepatu dilepas dulu takut basah. Kalau basah gak nyaman dipakai kerja. Sepatunya disimpan di bagasi motor, nanti kalau sudah melewati banjir baru sepatunya dipakai lagi," ucapnya.
Masih dikatakan Diana, dirinya setiap hari melintas ruas Jalan Telukjambe Timur ini karena memang menjadi jalur perjalanannya menuju tempat dia bekerja. Selain ruas jalan di depan perum Peruri itu, sebut Diana, titik lain langganan banjir tak kalah parahnya jalan di depan SDN 1 Sukaluyu. Saluran drainase di depan sekolah itupun sering meluap ke jalan. "Drainase di depan SDN 1 Sukaluyu itu sudah tidak mampu menampung lebih banyak air karena endapan sampah dan lumpur. Makanya selalu meluap," katanya.
Sementara pejalan kaki, Kemal (35), warga Desa Sirnabaya yang ketika itu melintas jalan tersebut mengatakan belum ada instruksi dari pemerintah desanya juga inisiatif warga untuk membersihkan saluran air itu. Padahal kalau saja endapan sampah dan lumpurnya diangkat, itu bisa menjadi solusi agar ruas jalan ini tidak banjir lagi. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template