Awas Tertimpa Batu Belah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Awas Tertimpa Batu Belah

Awas Tertimpa Batu Belah

Written By Admin Raka on Sabtu, 10 Maret 2018 | 18.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Sampai sekarang persoalan truk sarat batu kali tanpa penutup di perlintasan Telukjambe Barat belum juga mendapat perhatian. Padahal aktifitas tersebut amat membahayakan motor dan mobil yang melintas di belakangnya, karena dikhawatirkan ada bongkahan batu terjatuh ke bawah dan menimpa kendaraan di belakangnya.
"serem juga kalau melihat ada kendaraan mengekor di belakang truk yang sedang memuat batu kali. Itu bak truknya tanpa penutup jadi batu-batu kali yang munjung sampai ke atas bisa dilihat jelas. Takutnya, kalau truknya ngerem mendadak atau melintasi jalan bergelombang atau berlubang batunya menggelinding ke bawah dan mengenai kendaraan di belakangnya," ucap Dedi Kurnaedi (38) tokoh pemuda asal Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, baru-baru ini.
Ironisnya, ditambahkan lelaki yang rajin mengamati lingkungan di wilayah selatan Karawang ini, aktifitas truk sarat batu kali ini berlangsung setiap hari dari pagi hingga sore. Lalulintasnya juga padat, selain yang mengangkut pasir dan material lainnya. "Hampir setiap hari jalan dilalui truk-truk berat dengan beban sepertinya melebihi tonase. Herannya truk-truk itu bisa leluasa melintas di perlintasan karawang Selatan ini," tandas Dedi.
Karenanya, Dedi menyesalkan hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari Dinas Perhubungan Karawang. Padahal sudah jelas-jelas truk-truk itu memuat tonase berlebihan. "Dinas yang berkopenten itu Dinas Perhubuhan untuk mengawasi, tetapi sampai sekarang tidak ada tindakan apa-apa. Bahkan seperti seenaknya saja, dan persoalan jalan pun hingga kini belum ada kejelasan apakah jalan Karawang Selatan kelas 2 atau kelas 1, karena selama ini didominasi oleh truk-truk besar," kesalnya.
Dedi sendiri tidak mengerti, untuk memastikan kelas jalan saja sepertinya tidak mampu. Padahal ketika jalan itu dibuat kan sudah jelas peruntukannya kelas berapa. Tinggal ketegasan untuk memastikan saja. "Yang melintas sekarang kan lebih banyak truk, jadi ada asumsi kalau kelas jalan itu memang kelasnya yang boleh dilintasi truk," ujarnya.
Aktifitas truk pengangkut material tanpa penutup di jalan utama Badami Loji hingga perlintasan Telukjambe Barat juga dipermasalahkan sopir minibus asal Bekasi, Samsudin (44). Dia merasa ngeri jika berada tepat di belakang truk sarat nbatu belah. "Kalau ada jalan berlubang dan materialnya terjatuh yang terjadi pasti mengenai pengguna jalan yang di belakangnya. Bisa saja hal itu terjadi," ucapnya.
Dirinya pun berharap, pemerintah tegas mengatasi persoalan tersebut. Lelaki yang sering bolak balik ke Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat itu menambahkan sering kali mendapati kendaraan yang tanpa penutup karena beban yang dibawa nya terlalu banyak. "Mestinya truk dengan muatan terlalu berat tidak boleh melintas, tapi ini seperti dibiarkan," tandasnya.
Di tempat terpisah Muhamad Asmawi (38) warga Desa Wanakerta mengingatkan pemerintah agar menyediakan petugas yang mengatur perihal beban angkut. Selama ini jalur Karawang Selatan memang jalur truk-truk yang kelebihan beban. Sayangnya, sampai saat ini tidak ada petugas yang mengawasi perihal tersebut. Diakuinya kelas jalan pun kini merupakan polemik yang belum jelas bagaimana solusi ke depannya. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template