Arak-arakan Naga Penolak Bala di Tuparev - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Arak-arakan Naga Penolak Bala di Tuparev

Arak-arakan Naga Penolak Bala di Tuparev

Written By Admin Raka on Senin, 12 Maret 2018 | 12.09.00

Seribu Peserta Ramaikan Cap Go Meh

KARAWANG, RAKA - Alunan genderang tetabuhan yang sambung menyambung menjadi irama yang khas menggema, Minggu (11/3) kemarin. Aroma hio menyeruak, naga atau liong, barongsai, dan dewa diarak oleh peserta perayaan Cap Go Meh dari berbagai daerah. Puluhan ribu orang pun memadati Jalan Tuparev yang menjadi pusat acara tersebut.
Tidak hanya itu, dalam perjalanan arak-arakan liong dan barongsai mampir ke rumah dan toko yang dilewatinya. Kebanyakan pemilik rumah ataupun toko telah menyiapkan angpau untuk para pemain liong dan barongsai. Pemberian angpau tersebut merupakan ungkapan terima kasih kepada liong dan barongsai. Dipercaya, hewan yang menyimbolkan naga dan singa itu dapat menolak bala.
Tidak kurang seribu peserta memeriahkan acara yang diawali dengan ritual doa di Kelenteng Kwanteekoen. Kemudian mereka melintasi panggung utama yang dihadiri oleh istri Presiden RI ke-4 Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Ayi Yosa. Sedangkan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dikabarkan sedang berada di Bogor.
Ketua Panitia Cap Go Meh Herry wiratma menyampaikan, ada 60 kelompok yang hadir sebagai peserta. Mereka dari Karawang, Jabodetabek, Jawa Tengah hingga Kalimantan. "Kami berharap Karawang agar tetap aman, nyaman dan damai, sejahtera," ujarnya kepada Radar Karawang.
Seorang peserta Cap Go Meh asal Bandung, Awakwan menyampaikan, dirinya datang bersama rombongan sebanyak 2 bus. Kehadiran mereka selain memeriahkan acara Cap Go Meh di Karawang, juga karena di Kota Bandung tidak dilakukan acara serupa. "Kita rayakan semua disini," ujarnya.
Berakhirnya Imlek, kata Awakwan, semoga semuanya bisa sejahtera dan sukses. "Kita bersama-sama tanpa adanya perbedaan," tuturnya.
Ketua Umum Kelenteng Kwanteekoen Wawan Kurniawan berharap lewat ruwat bumi di Karawang, kondisi Indonesia tetap kondusif dengan kebersamaan yang harus terus dijalin. "Semoga karawang damai dan sejahtera," ujarnya.
Ketua I Kelenteng Kwanteekoen Yayang Riadi merasa bahagia karena sajian budaya ini bisa membuat warga Karawang terhibur, dan pedagang kecil kebagian rezeki. "Kami mewakili panitia mohon maaf jika perjalanan terganggu karena acara ini. Kami bahagia bisa sedikit menyajikan hiburan budaya buat semuanya," ujarnya.
Sedangkan Shinta Nuriyah mengatakan, acara Cap Go Meh yang begitu meriah ini patut disyukuri. Dan harus dijadikan contoh. "Ini patut disyukur, karena berada di tengah-tengah situasi negara kita yang suhu politiknya kian memanas, banyak terjadi kekerasan, ujaran kebencian, fitnah dan lainnya. Dan semua itu bisa mengancam kebersamaan bangsa dan negara. Semoga dengan perayaan ini, saya harapkan menjadi contoh agar hati bisa tetap tenang dan teduh serta dingin," ujarnya.
Warga yang nonton sambil berdagang Es, Udin (50) menyampaikan, Cap Go Meh membawa kesan jika kebersamaan itu perlu dijaga. "Acaranya meriah banget. Meskipun berbeda-beda agama, tapi pas acara seperti ini mah terlihat kebersamaan orang Karawangnya," ucapnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template