Angklung Diusulkan Jadi Ekstrakurikuler Wajib - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Angklung Diusulkan Jadi Ekstrakurikuler Wajib

Angklung Diusulkan Jadi Ekstrakurikuler Wajib

Written By Admin Raka on Selasa, 13 Maret 2018 | 16.00.00

KARAWANG, RAKA - Kendati saat ini sifatnya masih ekstrakurikuler namun usulan agar seni musik angklung bisa menjadi mata pelajaran wajib di sekolah, menjadi wacana menarik yang patut dikemukakan.
Hal itu terungkap ketika Radar Karawang meminta komentar Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Karawang, Drs. Agus Rukmawan S.IP MM, saat berlangsung kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), di Vila Tarakan Badak, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, lusa (11/3) kemarin. Saat itu siswa SMKN 1 Karawang, memperlihatkan kemahirannya memainkan alat musik dari bambu tersebut. "Kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan seni budaya ini. Karena itu kami memasukkan angklung sebagai ekstrakurikuker siswa di sekolah kami, dan respon siswa amat bagus," ucap Agus.
Agus sendiri tidak menampik, sebelumnya ekstrakurikuler ini memang tidak populer bahkan di sekolah yang dipimpinnya. Karena itu butuh waktu lama untuk memperkenalkan seni musik tersebut ke kalangan siswa. "Kami membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk mempopulerkan seni musik angklung ini," ungkap Agus.
Seni musik angklung merupakan kesenian tradisional khas Jawa Barat yang hingga kini di pelajari oleh siswa dan siswi SMKN 1 Karawang memang banyak dapatkan perhatian bukan saja dari publik juga bahkan dari para kepala sekolah tingkat SMK yang ada di Kabupaten Karawang. "Diharapkan dengan mempelajari kesenian alat tradisional itu rasa kebhinekaan dan nasionalisme warga sekolah semakin terpupuk," kata Agus.
Ditanya minimnya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional, soal itu Agus pun sependapat kalau anak muda sekarang lebih tertarik mempelajari jenis musik modern ketimbang musik asli leluhurnya. "Minat generasi muda, baik pelajar maupun mahasiswa terhadap musik tradisional angklung tak setinggi terhadap jenis musik modern. Padahal, angklung merupakan warisan budaya bangsa, bahkan diakui sebagai aset dunia," terang Agus.
Meski demikian, Agus pun mengakui jika saat ini pemerintah, baik pusat maupun daerah sedang berupaya keras menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni musik tradisonal. Bahkan upaya itu pun mendapat dukungan hebat dari seniman dan kelompok-kelompok pecinta alat musik tradisional.
Sementara itu Timudius, siswa kelas XI SMKN 1 Karawang, menyinggung penting budaya tradisional sebagai alat pembangkit jiwa nasionalme pemuda mengatakan, sejarah dan budaya  tidak bisa dipisahkan dari perjalanan suatu bangsa. Karena itu dilestarikan sebagai sarana pemersatu bangsa. "Sejarah merupakan sarana kita untuk belajar dan mempelajarinya dan seni merupakan sarana kita untuk berbudaya," kaanya.
Secara terpisah Kepala sekolah SMK Iptek Sanggabuana, H. Asep Suprayogi. Spd. MM.  sependapat, kalau pelajar adalah aset suatu bangsa yang perlu dididik untuk menjadi manusia yang berkualitas secara jasmani dan rohani. Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada generasi penerusnya. Jika generasinya tidak memiliki jiwa nasionalisme terhadap bangsanya, maka tunggulah kehancuran suatu bangsa tersebut. Rasa nasionalisme bisa diartikan dengan mencintai budaya dan alat musik tradisional yang ada di indonesia.
"Saya sangat setuju untuk memupuk rasa nasionalisme itu maka seni budaya angklung yang merupakan  kesenian tradisional khas Jawa Barat menjadi ekstrakurikuker wajib yang dipelajari  siswa di tingkat SMA di Karawang, karena bisa menjadi sarana mendekatkan siswa agar  mencintai adat dan budayanya," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template