Aksi Berani Mati Pelajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Aksi Berani Mati Pelajar

Aksi Berani Mati Pelajar

Written By Angga Praditya on Sabtu, 31 Maret 2018 | 15.00.00

Hadang Truk Ditengah Jalan  

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Aksi penghadangan truk dan mobil bak terbuka yang dilakukan sekelompok pelajar untuk mendapatkan tumpangan gratis kembali mendapat sorotan. Seharusnya hal itu menjadi perhatian bukan saja pihak sekolah tetapi juga melibatkan orang tua. Karena selain mengancam jiwa mereka aksi itu juga membahayakan keselamatan orang lain.
Seperti terjadi Jumat (30/3) sekelompok pelajar nekat menghadang truk di tengah Jalan Interchange Karawang Barat, Kampung Bakanlebak, Desa Waras, Kecamatan Telukjambe Barat. Kelompok pelajar yang sebagian berseragam sekolah itu berlompatan ke atas truk begitu sopirnya memperlambat kendaraannya. "Padahal truk itu sebelumnya melaju dengan kencang. Ngeri melihatnya ketika tiba-tiba ada pelajar berlari ke tengah jalan dan menghadang truk itu," ucap Otong (33) pemilik warung tidak jauh dari lokasi penghadangan.
Aksi seperti itu, terang Otong bukan saja sering dilihatnya di Jalan Interchange Karawang Barat tetapi juga di Jalan Badami Loji. "Untungnya sopir truknya sigap dan melakukan pengereman. Coba kalau sopirnya panik bisa-bisa truknya kebablasan dan menabrak mereka," ucapnya.
Otong juga pernah mendengar keluhan sopir truk yang terpaksa memutar arah karena khawatir ditilang polisi gara-gara membawa penumpang di belakang truk nya. Padahal jalur itu bukan jalur yang mestinya dilintasi. Tetapi hal itu terpaksa dilakukan untuk menghindari petugas. "Sering juga mengaku ada yang terpaksa memutar arah karena dipaksa pelajar yang menumpang truk nya," ungkap Otong.
Sementara itu Jaya (30) petugas lalulintas swadaya yang kerap membantu polisi mengatur lalulintas di Pertigaan Sentra Land, Karawang Barat, mengatakan kejadian seperti itu biasanya terjadi di hari akhir belajar, seperti hari sabtu atau akan masuki hari libur. "Mereka kalau diingatkan suka marah, ketimbang jadi masalah ya didiamkan saja," ucap Jaya, seraya menambahkan yang penting para pelajar itu tidak tawuran di tengah jalan.
Diakuinya kadang mereka memberhentikan truk-truk tersebut di Badami dan perempatan Sentra Land. Bahkan dirinya tidak tahu, akan kemana para pelajar itu naik truk-truk terbuka. "Kalau menurut saya hanya iseng saja.  Mereka tumpangi truk-truk itu, mungkin karena besoknya akan libur, jadi mereka sekedar ingin bermain. Kadang membuat macet juga. Tetapi kalau ada polisi mereka takut dan suka dimarahi polisi dan disuruh turun dari atas truk," terang Jaya.
Secara terpisah, tokoh masyarakat Desa Wadas, Sutiar (41) tetap mengingatkan aparat dan pihak sekolah, dan tak kalah pentingnya peran orang tua di rumah untuk mengawasi kegiatan anaknya. "Orang tua mesti menjalin komunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui apa saja yang dilakukan anaknya selama di sekolah dan menanyakan anaknya sewaktu pulang dari sekolah," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template