3 Hektare untuk Relokasi Warga Cemarajaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 3 Hektare untuk Relokasi Warga Cemarajaya

3 Hektare untuk Relokasi Warga Cemarajaya

Written By Admin Raka on Selasa, 13 Maret 2018 | 18.15.00

CIBUAYA, RAKA- Sekitar 8 tahun yang lalu, wisatawan lokal maupun luar Karawang berbondong-bondong untuk menikmati panorama alam wisata Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya. Karena, sebelum digerus abrasi, Pantai Pisangan pernah menjadi salah satu maskot wisata Kota Karawang dengan pemandangan yang begitu asri dan bisa memanjakan siapa saja yang datang. Namun, akibat ganasnya alam, saat ini keindahan tersebut tinggal cerita, hanya menyisakan puing-puing bangunan dampak abrasi. Bahkan warganya pun sudah terancam dan siap direlokasi.
Kepala Desa Cemarajaya, Yongliem mengatakan, terakhir, sebelum kena abrasi tahun 2010, Pantai Pisangan masih menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dijunjungi wisatawan. Namun saat ini tinggal puing-puing akibat gerusan abrasi. Di samping itu, kesiapannya untuk kembali membangun Pantai Pisangan menjadi tempat wisata. Hanya saja terkendala lahan yang masih menunggu pengarugan, yang akan dilakukan oleh dinas PRKP untuk merelokasi warga yang berada di tepian pantai, khususnya warga yang bangunan rumahnya di nilai sangat dekat dengan pantai. "Kita sudah siapkan lahan 3 hektare di Dusun Sekong untuk merelokasi warga, tinggal nunggu pengarugan lahan saja," ujarnya.
Menurutnya, kondisi alam memang tidak dapat diprediksi. Yang awalnya Pantai Pisangan menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berwisata, saat ini rusak akibat abrasi. Namun bisa sedikit teratasi setelah di bangun tanggul pengaman penahan gelombang mengurangi masuknya air ombak ke rumah warga. Saat ini niatnya untuk mengembalikan Pantai Pisangan seperti sediakala sudah ada di dalam rencana program desa. "Ya gitulah alam nggak bisa diprediksi. Tapi kita akan berusaha untuk mengembalikan Pantai Pisangan seperti yang dulu. Selama ada usaha, insya Allah bisa," terangnya.
Sementara itu, Jaja (42), warga asal Bandung mengatakan, meskipun jarang, dirinya mengaku pernah beberapa kali menyambangi Pantai Pisangan. Terkahir ia masih bisa menikmati keindahan  tersebut pada tahun 2007 lalu, tempatnya dinilai bagus selayaknya tempat wisata pantai pada umumnya, dirinya mengaku merasa nyaman meskipun harus melintas kota. Namun, selang beberapa tahun, dirinya merasa kaget setelah melihat kenyataan Pantai Pisangan saat ini yang sudah tak berbentuk, bahkan menyerupai kampung terisolir. "Saya kaget liat Pantai Pisangan yang sekarang, jalan yang biasa kita lewati sekarang udah jadi lautan," ucapnya, kepada Radar Karawang.
Apalagi setelah melihat bangunan rumah warga yang tidak jauh dari tepian pantai, yang jika dipertahankan untuk tetap ditinggali, dinilai sangat berbahaya bagi keselamatannya. Karena, abrasi bisa kapan saja datang. Tujuan kedatangannya ke pantai Pisangan untuk rehat dan sekedar beristirahat, namun setelah melihat kondisi yang seperti saat ini, dirinya hanya bisa mengelus dada dan berharap pemerintah setempat bisa mengaktifkan kembali Pantai Pisangan menjadi tempat wisata seperti sedia kala. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template