Waspada Permukaan Air Cibeet Naik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Waspada Permukaan Air Cibeet Naik

Waspada Permukaan Air Cibeet Naik

Written By Angga Praditya on Rabu, 14 Februari 2018 | 17.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Tingginya intensitas hujan sepekan terakhir membuat debit permukaan Sungai Cibeet jadi tidak menentu, terkadang naik kadang juga turun. Sementara guna mengantisipasi sampah tidak semakin menumpuk para petugas pintu air secara bergantian melakukan pengangkatan sampah.
"Kita sudah bersihkan ranting - ranting pohon hanyut tetapi kebanyakan sampah alam dan rumah tangga. Sampah-sampah itu kita angkut setelah permukaan air tinggi. sebab kalau tidak dibersihkan takutnya terbawa arus sampai ke hilir," papar petugas pintu air Cibeet di Kampung Kaligandu Desa Wanakerta, Deden, Selasa (13/2).
Selain Deden masih ada enam temannya yang sama-sama bertugas di pintu air Cibeet. Kata Deden sampah kiriman dari hulu ke pintu air tidak terlalu mendominasi karena masih terdapat anak-anak sungai lainnya yang bisa di antisipasi. Kendati demikian Deden mengingatkan agar warga di hulu bisa menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai.
Disinggung mengenai kondisi permukaan sungai yang naik turun Deden hanya mengatakan tetap waspada. "Harus siap 24 jam. Kita mesti waspada menghadapi naik turun debit air sungai Cibeet. Apalagi Kalau musim hujan, tidur paling tidak pukul 03.00-04.00 WIB karena kita harus memonitor terus. Itu suatu tanggung jawab," ujar Deden.
Pria berkulit sawo dengan seragam lapangan ini sudah mengabdikan diri sebagai petugas pengawas di Bendungan pintu air Cibeet sejak tahun 2014 lalu. Bendungan Cibeet sendiri telah berdiri sejak masa pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1913. Saat kawasan selatan Karawang dibasahi hujan, beberapa petugas akan membuat pendataan terkait durasi lamanya hujan. Dengan demikian, Deden dan timnya akan memantau perkembangan air tersebut. "Kalau di Loji sudah hujan 2 jam, kita laporan kondisi terbaru koordinasi dengan petugas lainnya. Setelah itu kita lakukan pengecekan. Nah setelah di bendung aman, baru kita ke lapangan untuk cari sampah atau ada longsor," kata Deden.
Deden dan petugas lainnya rutin berjaga di lokasi setiap hari dengan aturan 3 shift. Pagi, sore, dan malam. Timnya berkumpul lengkap di saat ada situasi genting, misalnya ketika ketinggian air mencapai berstatus siaga 1 atau 200 cm dari Tinggi permukaan air (TMA). Sedangkan wilayah di hilir diprediksi mendapat kiriman banjir 10 -12 jam setelah siaga 1 di sungai Cibeet.
Menurut Deden, kondisi siaga satu ini pernah terjadi pada tahun, 2007, 2010, 2013, 2014, dan 2015 menurut data yang ada. Biasanya ketinggian tersebut datang pada pertengahan Desember, tapi menurutnya pada Februari ini status naik dan turun karena iklam yang tidak menentu. "Disaat musim hujan normalnya alirannya 20.000 - 40.000 liter per detik, tapi tiba-tiba musim hujan ini sampai 400.000 liter per detik di kawasan ini, kondisi itu termasuk pada saat perlu pengawasan intensif," papar Deden. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template